Jambiseru.com, JAMBI – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Jambi terus diperkuat. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) menurunkan tim personel serta armada peralatan pemadam untuk mengatasi titik api yang melanda area Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Langkah tanggap darurat tersebut melibat personel lintas departemen—mulai dari Health, Safety, and Environment (HSE), Security, hingga Construction—dari Fire Station Central Processing System (CPS) Geragai. Dalam operasinya, tim dilengkapi dengan satu unit light vehicle, portable fire pump, fire hose, nozzle, serta ground monitor.
Field Manager Jabung Kamaruddin menegaskan bahwa penanganan karhutla ini dilakukan melalui koordinasi penuh bersama SKK Migas dan Satgas Karhutla daerah.
”PCJL juga mengirimkan bantuan satu unit Gorman Pump kepada Satgas Karhutla Provinsi Jambi yang beroperasi di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak,” ujar Kamaruddin dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2026).
Kerja sama lintas instansi yang melibatkan TNI, Polri, BPBD Tanjung Jabung Timur, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Desa Tangguh Bencana (Destana) ini membuahkan hasil positif.
Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, mengonfirmasi bahwa kondisi di area HLG Londerang kini sudah terkendali.
”Kondisi saat ini di wilayah HLG Londerang sudah tidak ada asap aktif dan clear,” jelas Sandy, Kamis (1/10/2026).
Dalam tiga bulan terakhir, PCJL tercatat telah membantu pemadaman di lebih dari 10 titik lokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Selain aksi pemadaman langsung, dukungan pencegahan juga disalurkan melalui penyerahan 60 baliho imbauan serta 120 unit Alat Pelindung Diri (APD) kepada BPBD Tanjung Jabung Timur akhir Agustus lalu.
Komitmen perlindungan lingkungan kawasan gambut tersebut sejalan dengan kewajiban Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) PCJL.
Di bawah pengawasan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, PCJL telah merampungkan rehabilitasi lahan HLG Londerang seluas 513 hektar pada 2022 dan dilanjutkan seluas 34 hektar pada 2025 sebelum diserahkan kembali kepada negara.(Edo)











