Satgas Jambi Sembunyikan Identitas Pasien Positif Corona, Warga Kian Cemas

  • Whatsapp
rapat corona
Wakapolda Jambi Benarkan Ada Pasien Positif Corona. Foto : Yogi/Jambiseru.com

Satgas Jambi Sembunyikan Identitas Pasien Positif Corona, Warga Kian Cemas

Jambi – Satuan tugas penanganan covid-19 atau virus corona Jambi, terkesan menutupi identitas pasien yang positif terjangkit virus corona. Langkah ini malah membuat warga se-Provinsi Jambi cemas.

Beberapa pesan masuk dan telepon masuk ke redaksi Biru (Jambi Seru dot com), menanyakan soal identitas seorang warga Tebo yang positif terjangkit virus corona tersebut.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Ini Kondisi Terbaru Pasien Positif Corona di Jambi

Malah, warga Tebo kini mulai panik dan risau mencari informasi soal siapa sebenarnya pengidap positif corona tersebut.

“Siapo tu, kagek tetanggo kami pulak. Kasih tahu lah,” tanya seorang pembaca Biru, Senin (23/3/2020).
Warga Kota Jambi pun ikut cemas mendengar kabar adanya 1 warga Tebo yang positif corona tersebut.

“Cubo dikasih tahu, jadi biso makin hati-hati,” ungkap Lis (36), warga Kota Jambi.

Baca Juga : Wakapolda Jambi Benarkan Ada Pasien Positif Corona

Untuk diketahui, pemerintah pusat akhirnya mengumumkan adanya warga Jambi yang positif terpapar virus Corona. Rilis tersebut disampaikan dalam laporan media harian Covid-19. Dalam rilis tersebut tertulis ada satu orang pasien di Jambi dan pasien tersebut positif Corona.

Sementara, adanya warga Provinsi Jambi yang terjangkit Virus Corona tersebut dibenarkan oleh Wakapolda Jambi, Brigjen Pol Dul Alim. Dikatakannya dalam rapat koordinasi (Rakor) penanganan Covid-19 Jambi, dari informasi yang didapatkannya ada satu pasien di Jambi positif virus corona.

Baca Juga : Kasus Pertama Positif Corona di Jambi, Dikabarkan Warga Tebo

“Di Jambi, informasi terakhir ada yang positif, itu berarti kita lebih waspada,” penyampaiannya dalam rapat, Senin (23/3/2020). Kata Wakapolda, Pemerintah harus mengambil kebijakan, karena ini situasi yang genting.

“Kita tidak bisa memandang enteng, oleh karena itu pemerintah harus mengambil kebijakan,” tegasnya.(san)

Pos terkait