JAMBI, Jambiseru.com – Ada banyak film kungfu China yang serius, penuh filosofi, dan dibangun dengan nuansa heroik klasik. Tapi Tai Chi Zero datang dengan cara yang berbeda. Film ini terasa seperti campuran antara film bela diri tradisional, komedi absurd, anime, dan steampunk dalam satu paket yang aneh… tapi justru sangat menghibur.
Pertama kali nonton Tai Chi Zero, rasanya memang agak membingungkan. Film ini tidak langsung memberi suasana “film kungfu klasik” seperti biasanya. Justru dari awal penonton langsung disuguhi visual yang nyentrik, editing cepat ala video game, dan humor yang terasa modern.
Namun justru di situlah daya tarik film ini.
Tai Chi Zero bukan film yang mencoba terlihat realistis sepenuhnya. Film ini sadar dirinya absurd dan memilih menikmati kekacauan itu dengan penuh percaya diri.
Cerita film ini berpusat pada seorang pemuda bernama Yang Luchan yang memiliki bakat bela diri luar biasa tetapi juga membawa masalah besar dalam tubuhnya.
Ia kemudian datang ke sebuah desa misterius bernama Chen Village untuk mempelajari Tai Chi demi menyelamatkan hidupnya.
Masalah mulai muncul karena desa itu punya aturan keras: ilmu Tai Chi tidak boleh diajarkan kepada orang luar.
Konflik sederhana itu kemudian berkembang menjadi petualangan yang jauh lebih liar dan tidak terduga.
Yang menarik dari Tai Chi Zero adalah bagaimana film ini mencampurkan budaya bela diri tradisional dengan elemen steampunk modern.
Ada mesin perang raksasa, teknologi aneh, senjata unik, dan desain visual yang terasa seperti campuran China kuno dengan dunia futuristik.
Awalnya terasa aneh, tapi lama-lama justru membuat film ini punya identitas yang sangat berbeda dibanding film kungfu lain.
Secara visual, Tai Chi Zero memang sangat kreatif. Banyak adegan pertarungan dibuat dengan gaya hiperaktif ala manga atau video game.
Beberapa adegan bahkan terasa seperti cutscene game fighting dengan efek tulisan dan editing cepat.
Mungkin tidak semua orang suka gaya seperti ini, tetapi bagi penonton yang mencari sesuatu yang segar, film ini terasa sangat menyenangkan.
Adegan aksinya sendiri cukup seru dan punya koreografi yang unik.
Tai Chi dalam film ini tidak hanya ditampilkan sebagai bela diri lembut penuh filosofi, tetapi juga terlihat cepat, eksplosif, dan penuh improvisasi.
Beberapa pertarungan bahkan terasa sangat kreatif karena menggunakan lingkungan sekitar dengan cara yang tidak biasa.
Tokoh Yang Luchan juga cukup menarik sebagai protagonis.
Ia bukan karakter heroik sempurna seperti tipikal pendekar klasik.
Justru ia terlihat kikuk, polos, dan sering jadi bahan humor.
Namun perkembangan karakternya terasa cukup menyenangkan untuk diikuti.
Selain aksi dan visual, humor menjadi bagian penting dalam Tai Chi Zero.
Film ini sering memasukkan komedi absurd yang kadang terasa random tetapi cukup efektif mencairkan suasana.
Beberapa lelucon memang terasa over-the-top, tetapi justru cocok dengan tone film yang memang tidak ingin terlalu serius.
Salah satu hal paling menarik dari Tai Chi Zero adalah keberaniannya tampil beda.
Di saat banyak film kungfu modern mencoba tampil realistis atau terlalu gelap, film ini justru memilih tampil penuh warna, eksentrik, dan nyaris seperti kartun hidup.
Keputusan itu membuat Tai Chi Zero terasa punya karakter sendiri.
Meski begitu, film ini memang bukan untuk semua penonton.
Kalau seseorang mencari film bela diri serius penuh drama emosional dan filosofi mendalam seperti film klasik Jet Li atau Donnie Yen, Tai Chi Zero mungkin terasa terlalu aneh.
Namun kalau penonton datang dengan pikiran terbuka dan siap menikmati kegilaan visualnya, film ini bisa sangat menghibur.
Menariknya lagi, di balik semua humor dan visual nyentriknya, film ini tetap menyelipkan tema tentang tradisi, perubahan zaman, dan penerimaan terhadap orang luar.
Pesan seperti ini memang tidak selalu tampil dominan, tetapi tetap terasa di beberapa bagian cerita.
Film ini juga punya ritme yang cukup cepat sehingga jarang terasa membosankan.
Selalu ada hal aneh atau unik yang muncul di layar.
Kadang terasa seperti menonton perpaduan film kungfu, anime, komedi, dan video game sekaligus.
Dan anehnya… kombinasi itu justru bekerja cukup baik.
Bagi penonton yang tumbuh dengan film kungfu klasik, Tai Chi Zero mungkin terasa seperti eksperimen liar yang tidak biasa.
Tetapi justru karena keberaniannya keluar dari formula lama, film ini terasa lebih mudah diingat dibanding banyak film action generik lainnya.
Daftar Aktor dan Peran:
Yuan Xiaochao sebagai Yang Luchan
Angelababy sebagai Chen Yuniang
Tony Leung Ka-fai sebagai Chen Changxing
Eddie Peng sebagai Fang Zijing
Shu Qi sebagai Mother Bug
Produser: Chen Kuo-fu
Sutradara: Stephen Fung
Perusahaan Produksi: Huayi Brothers
Tahun Rilis Teater: 2012
Platform Streaming/Situs Web:
IMDb Tai Chi Zero
MyDramaList Tai Chi Zero
Pada akhirnya, kesan nonton film China Tai Chi Zero terasa seperti naik wahana aneh yang penuh warna, kacau, lucu, tetapi tetap seru dinikmati sampai akhir. Film ini mungkin tidak sempurna, tetapi keberaniannya mencampurkan kungfu tradisional dengan steampunk modern membuat Tai Chi Zero menjadi salah satu film bela diri China yang paling unik dan sulit dilupakan.(gie/berbagai sumber)












