JAMBI, Jambiseru.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Tim Penggerak PKK Kota Jambi terus memperkuat komitmen percepatan penurunan angka stunting. Kali ini, fokus utama diarahkan pada peningkatan kesadaran dan keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan serta pemenuhan gizi anak.
Langkah strategis tersebut diwujudkan lewat kegiatan Sosialisasi “Ayah Peduli Mencegah Stunting” Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Pokja IV TP PKK Kota Jambi di Aula TP PKK Kota Jambi, Selasa (29/09/2026). Mengusung tema “Ayah Terlibat, Keluarga Sehat, Anak Hebat dan Bebas Stunting”, acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus TP PKK kecamatan, ketua kelompok kerja, serta perwakilan ayah dari seluruh kecamatan di Kota Jambi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pola pengasuhan bersama (fathering), mencegah fenomena fatherless (ketidakhadiran figur ayah), mendampingi kesehatan remaja, serta mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak dini guna menekan angka stunting.
Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, yang membuka langsung acara tersebut, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, pencegahan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu, tenaga kesehatan, atau pemerintah semata.
“Ini adalah langkah awal komitmen bersama bahwa pencegahan stunting bukan hanya urusan ibu. Peran ayah sangat besar dalam menekan angka stunting di Kota Jambi,” ungkap Nadiyah.
Ia juga membuka peluang agar kegiatan serupa ke depannya dapat digelar dengan skala yang lebih besar, bahkan dijadwalkan pada hari libur agar partisipasi para ayah bisa lebih maksimal.
Nadiyah menegaskan, kehadiran fisik dan mental seorang ayah memberikan dampak signifikan terhadap psikologis ibu—terutama selama masa kehamilan—sekaligus menciptakan rasa aman bagi anak.
“Yang dibutuhkan bukan ayah yang sempurna, tetapi ayah yang hadir dan memberikan perhatian. Kehadiran ayah sangat menentukan kualitas generasi masa depan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pokja IV TP PKK Kota Jambi, Sri, dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa para ayah diharapkan mampu bertindak sebagai mitra aktif bagi para ibu, khususnya dalam mengawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.
“Pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh anggota keluarga, termasuk ayah, dalam menjaga pemenuhan gizi dan memantau tumbuh kembang anak,” jelas Sri.
Dalam kegiatan sehari penuh ini, para peserta mendapatkan pembekalan materi dari narasumber Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi serta Dinas Kesehatan Kota Jambi. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya peran figur ayah yang hebat dalam mengawal gizi, pola asuh, dan kesehatan keluarga demi mewujudkan Kota Jambi bebas stunting sejak dini. (ris)











