PPATK Ungkap Modus Baru yang Sering Dilakukan Koruptor

Ilustrasi Korupsi

Jambi Seru – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi  Keuangan atau PPATK ungkap modus baru yang sering dilakukan koruptor di Indonesia. Modus ini termasuk yang favorit bagi para koruptor.

Menurut PPATK modus baru yang sering dilakukan koruptor ini dilakukan untuk menampung uang hasil korupsi mereka. Dari data PPATK, pihaknya menganalisis 275 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) terkait korupsi.

Dijelaskan Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, modus favorit para koruptor untuk menampung uang haramnya ialah dengan membuka polis asuransi, instrumen pasar modal, hingga penukaran valuta asing.

Bacaan Lainnya

“(Modusnya) bisa melalui pembukaan polis asuransi ya, lalu kemudian banyak nominal juga masuk kepada instrumen pasar modal dan juga terjadinya penukaran valuta asing,” kata dia, seperti dikutip dari laman pikiran-rakyat.com (jaringan media indonesiadaily.co.id, partner jambiseru.com) dari artikel yang berjudul Tutup Buku Kasus 2022, PPATK Ungkap Modus Baru Favorit Koruptor di Indonesia.

“Baik korupsi diberikan dalam valuta asing atau hasil korupsinya ditukar dalam valuta asing,” katanya lagi, saat konferensi pers pada Rabu, 28 Desember 2022.

Dari data PPATK, Ivan melanjutkan risiko paling besar terkait sumber dana pencucian uang sepanjang 2022 berasal dari pidana korupsi dan kasus narkotika.

“Bahwa risiko terbesar sumber dana terkait pencucian uang itu masih diduduki oleh tindak pidana korupsi dan narkotika ya,” ujar Ivan.

Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berulang kali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 2022 terhadap sejumlah pejabat korup.

Bahkan, sebelumnya, pada tahun 2018, data KPK mencatat telah terjadi 30 penangkapan lewat tindak OTT.

Namun, jumlah masif itu, kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata masih belum bisa menimbulkan efek jera bagi para pejabat publik.

Pos terkait

banner pln