Jambi, Jambiseru.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Jambi resmi memulai langkah besar menuju digitalisasi satu data. Hal ini ditandai dengan dibukanya Seminar Implementasi Aplikasi PKK Bahagia dan Sosialisasi Sistem Informasi Keluarga Dasawisma (Si Gadis) tahun 2026 oleh Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jambi, Marsha Lystia, S.E., B.Com, di Aula PKK Kota Jambi, Selasa pagi (09/06/2026).
Acara tersebut tidak sekadar sosialisasi, melainkan langsung diisi dengan bimbingan teknis (bimtek) dan praktik instan. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi mengutus dua narasumber, Tri Wahyudi dan Suhendri, untuk memandu para operator TP PKK se-Kota Jambi. Mereka dilatih mengoperasikan aplikasi berbasis teknologi informasi ini agar proses pembaruan, verifikasi, dan validasi data warga ke depan bisa dilakukan secara digital secara lebih praktis.
Langkah inovatif ini diambil untuk menyelaraskan program kerja PKK dengan buku petunjuk teknis hasil Rakernas X Tahun 2025. Salah satu poin krusialnya adalah perubahan tata cara penyusunan laporan data monogram yang mulai diberlakukan pada tahun anggaran 2026.
Dalam arahannya, Ketua GOW Kota Jambi, Marsha Lystia, menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama bagi pemerintah dalam melakukan evaluasi dan menyusun perencanaan program yang tepat sasaran di masa depan.
“Seminar ini bertujuan memperkenalkan aplikasi PKK Bahagia, sebuah inovasi dari PKK Kota Jambi untuk merombak sistem pengumpulan data yang dulunya manual menjadi serbadigital. Integrasi ini bergerak secara berjenjang, mulai dari tingkat Dasawisma, Kelurahan, Kecamatan, hingga tingkat Kota,” ujar Marsha.
Sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Jambi, PKK berharap aplikasi PKK Bahagia mampu menyajikan data yang valid bagi masyarakat maupun sektor terkait lainnya. Guna memastikan akurasi tersebut, sistem ini juga telah diintegrasikan dengan database Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jambi.
“Kita sudah bekerja sama dengan Dukcapil karena aplikasi ini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga data penduduk bisa langsung dipantau lewat sistem ini,” tambahnya.
Meski begitu, Marsha juga memberikan catatan penting kepada seluruh kelompok Dasawisma di Jambi untuk lebih agresif melakukan penginputan data wilayahnya melalui aplikasi SiGadis Jambi. Pasalnya, sejauh ini realisasi input data dinilai masih minim dan belum memenuhi target yang diinstruksikan oleh TP PKK Provinsi Jambi.
“Saat ini laporan input data lewat aplikasi SiGadis Jambi masih sangat rendah, baru sekitar 2 ribu kelompok dari target total 10 ribu kelompok. Melalui masa transisi ke aplikasi PKK Bahagia ini, kita berharap proses input, update, verifikasi, hingga validasi bisa berjalan seakurat mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Irawati Sukandar, dalam laporannya menyebutkan bahwa digitalisasi administrasi sudah menjadi kebutuhan mendesak demi mendongkrak efisiensi dan kecepatan pelaporan data Dasawisma maupun program pokok PKK.
“Oleh karena itu, pelatihan aplikasi komputer bagi para operator ini sangat krusial,” kata Irawati. Ia merincikan bahwa agenda ini diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari operator data umum sekretariat, serta operator PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Jambi.
Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Kota Jambi Sri Hartati Ridwan beserta jajaran pengurus, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi Noverintiwi Dewanti, Sekrdetaris Dukcapil Vera Safiani, serta seluruh operator data se-Kota Jambi. (ris)












