Muaro Jambi, Jambiseru.com – Warga Penyengat Olak kembali menyuarakan keluhan mereka terhadap aktivitas operasional CV Lintas Makmur Sejahtera yang dianggap telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan sehari-hari.
Dalam aksi tuntutan yang disampaikan, warga mendesak perusahaan untuk menghentikan seluruh aktivitas operasional dan mobilisasi di wilayah tersebut.
Empat Poin Utama Tuntutan Warga
Tuntutan warga ini bukan tanpa alasan. Setidaknya ada empat persoalan mendasar yang menjadi pemicu kemarahan masyarakat setempat:
- Pencemaran Lingkungan
Limbah pasir dari aktivitas perusahaan dilaporkan telah mencemari sumur warga. Air sumur yang selama ini menjadi sumber kehidupan sehari-hari kini tidak lagi layak digunakan, memaksa warga mencari sumber air alternatif yang jauh dari permukiman.
- Dampak Kesehatan dan Kenyamanan
Debu yang dihasilkan dari operasional perusahaan terus mengganggu kesehatan warga, terutama anak-anak. Paparan debu yang berkepanjangan dikhawatirkan menimbulkan penyakit pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya bagi masyarakat sekitar.
- Kerusakan Infrastruktur
Getaran yang ditimbulkan dari aktivitas operasional perusahaan dilaporkan telah merusak bangunan rumah warga. Retakan pada dinding dan kerusakan struktur bangunan menjadi bukti nyata dampak yang dirasakan masyarakat.
- Gangguan Sosial dan Ibadah
Jam operasional kerja yang tidak menentu turut mengganggu waktu ibadah sholat dan waktu istirahat warga. Kebisingan yang terjadi hingga larut malam membuat warga kehilangan hak atas ketenangan dalam beribadah dan beristirahat.
Desakan Penutupan Total
Berdasarkan berbagai dampak negatif yang dirasakan, warga menyimpulkan bahwa keberadaan CV Lintas Makmur Sejahtera di wilayah mereka telah melanggar hak atas lingkungan yang sehat, kenyamanan tempat tinggal, serta ketenangan beribadah. Oleh karena itu, warga mendesak penutupan total operasional perusahaan.
“Kami sudah cukup bersabar. Air sumur kami tercemar, anak-anak kami sakit-sakitan karena debu, rumah kami retak, dan kami tidak bisa sholat dengan tenang. Ini bukan lagi soal bisnis, ini soal kehidupan kami,” kata salah satu perwakilan warga dengan penuh emosi.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera merespons tuntutan mereka. Mereka menuntut adanya tindakan tegas terhadap perusahaan yang dianggap telah mengabaikan hak-hak masyarakat sekitar.
“Kami bukan menolak pembangunan, tapi kami menolak pembangunan yang mengorbankan rakyat kecil. Kami ingin hidup sehat, tenang, dan damai di tanah kami sendiri,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak CV Lintas Makmur Sejahtera terkait tuntutan warga. Warga berjanji akan terus menyuarakan aspirasi mereka hingga mendapatkan keadilan.
Derita rakyat Penyengat Olak adalah cerminan bahwa pembangunan tanpa memperhatikan hak dan kesejahteraan masyarakat hanya akan melahirkan penderitaan. Sudah saatnya suara rakyat didengar. (uda)
View this post on Instagram











