Karang Taruna Jambi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Puding

Karang Taruna Jambi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Puding
Karang Taruna Jambi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Puding. Foto: Jambiseru.com

JAMBI, Jambiseru.com – Di tengah kemarau berkepanjangan yang membuat kebutuhan air bersih warga semakin mendesak, bantuan datang ke Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.

Karang Taruna Provinsi Jambi menyalurkan sebanyak 8.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Puding, Jumat (28/08/2026) pagi.

Bantuan ini menjadi angin segar bagi warga yang tengah menghadapi persoalan air bersih akibat musim kemarau. Di saat yang sama, masyarakat juga harus berhadapan dengan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Jambi.

Kepala Desa Puding, Dewi mengatakan, penyaluran air bersih pada Jumat menyasar warga di Dusun I yang terdiri dari dua RT.

Sementara untuk warga Dusun II yang mencakup tiga RT, pendistribusian air bersih direncanakan kembali dilakukan pada Minggu (30/8/2026).

“Untuk Jumat kemarin, ada sekitar 8.000 liter air bersih yang disalurkan. Kemungkinan besok (Minggu) jumlahnya juga sekitar 8.000 liter,” kata Dewi.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Karang Taruna Provinsi Jambi terhadap masyarakat Desa Puding yang membutuhkan pasokan air bersih di tengah kondisi kemarau.

Tak hanya air bersih, bantuan juga dilengkapi dengan vitamin dan masker untuk warga. Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi udara di wilayah tersebut turut terdampak kabut asap.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Karang Taruna Provinsi Jambi kepada masyarakat Desa Puding,” kata Dewi.

Kepedulian tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Karang Taruna Provinsi Jambi juga turut mendirikan posko di Desa Puding untuk mendukung penanganan kebutuhan masyarakat selama kondisi kemarau dan kabut asap.

Dewi berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Disisi lain, Dewi berharap ke depan dari pemerintah untuk memberikan bantuan sarana-prasarana pencegahan Karhutla dan alat untuk pemadaman api.

“Karena yang ada di desa tidak memadai. Serta pendistribusian masker tuk mencegah masyarakat terkena ISPA,” tutupnya.

Bagi masyarakat Desa Puding, ribuan liter air yang datang di tengah kemarau bukan sekadar bantuan. Air tersebut menjadi kebutuhan penting bagi warga yang harus bertahan menghadapi kondisi cuaca kering sekaligus ancaman kabut asap. (uda)

Pos terkait