Belasan Warga di Muaro Jambi Diduga Keracunan Bakso Bakar

JAMBISERU.COM – Belasan warga di Kabupaten Muaro Jambi diduga keracunan bakso bakar. Mereka saat ini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Ahmad Ripin dan ada juga dirawat di Rumah Sakit di Kota Jambi.

Informasi yang didapat Biru (Jambiseru.com), ada belasan warga yang keracunan bakso bakar tersebut.

Mereka yang keracunan, mulai dari anak-anak hingga ibu hamil. Anak-anak yang terkena ini pun rata-rata berusia di bawah 5 tahun.

Belasan warga ini berasal dari dua desa, yakni Desa Keranggan dan Desa Rantau Majo, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.

Salah seorang warga Desa Keranggan menyebutkan, di desa nya itu ada sebanyak 16 warga yang kini dirawat di ruang IGD RSUD Ahmad Ripin.

Dari 16 warga ini, dua orang emak-emak, salah satunya ibu hamil, dua perempuan remaja dan dua belas anak-anak.

“Mereka mengalami muntah-muntah. Belasan warga diketahui muntah-muntah saat di desa itu ada acara Yasinan,” kata seorang warga kepada Biru, Sabtu (3/4/2021) malam.

Dikatakannya, belasan itu membeli bakso bakar dengan pedangan yang keliling di desanya.

“Sore tadi mereka makan-nya. Bakso bakar, ceker dan ati gitu,” ujarnya.

Adanya belasan warga yang diduga keracunan ini dibenarkan Dirut RSUD Ahmad Ripin Sengeti, Dr Ilham.

“Iya ada 16 anak yang dirawat dengan kondisi muntah-muntah. 6 orang sudah pulang dan sisanya masih di infus di IGD,” kata Dr Ilham kepada wartawan.

Ilham menyebutkan, untuk bakso bakar itu sendiri saat ini masih menunggu hasil dari Balai POM.

Sementara, Kapolsek Sekernan, AKP Edi Bernawan membenarkan adanya sejumlah warga yang mengalami muntah-muntah usai makan bakso bakar.

“Para warga ini membeli bakso bakar dari penjual bakso bakar keliling yang datang ke desa mereka. Berselang waktu mereka mengalami pusing, mencret dan muntah,” kata Edi Bernawan.

Dikatakannya, kini para korban tengah dirawat di RSUD Ahmad Ripin Sengeti.

Edi menyebutkan, beberapa warga Desa Rantau Majo juga mengalami muntah-muntah usai mengkonsumsi bakso bakar.

“Ada tujuh orang. Korban yang di Desa Rantau Majo dirawat di RS di Kota Jambi,” tutupnya.(uda)

Pos terkait