Lunasi Utang, Eks Finalis Putri Pariwisata Ikut Prostitusi Online

  • Whatsapp
Eks finalis Putri Pariwisata Indonesia, Putri Amelia Zahraman. [Suara.com/Achmad Ali].
Eks finalis Putri Pariwisata Indonesia, Putri Amelia Zahraman. [Suara.com/Achmad Ali].

JAMBISERU.COM – Keterlibatan eks finalis Putri Pariwisata Indonesia, Putri Amelia Zahraman dalam pusaran prostitusi online menjadi tanda tanya besar. Pasalnya, paras cantik dan segudang prestasi yang dimilikinya bukan tidak mungkin akan mudah mendapatkan uang halal.

BACA JUGAPeringati Hari Sumpah Pemuda ke 91 Srikandi PP Tebo Gelar Baksos…

Putri Amelia alias PA juga mengaku jika dirinya tengah bekerja di beberapa perusahaan dan merintis bisnis dengan rekan-rekannya.

Baca Juga : Prostitusi Online Dibongkar Polda Jawa Tengah

“Saya bekerja di beberapa perusahaan, saya juga punya bisnis dengan beberapa teman-teman,” aku Putri Amelia, Minggu (27/10/2019) usai menjalani pemeriksaan di Polda Jatim.

Baca Juga : LIPSUS: Candi Muaro Jambi, Dulu Angker Kini Jadi Idola

Lalu apa yang membuat Putri Amelia terjerumus dalam lingkaran prostitusi?

Ternyata alasan klasiklah yang membuat runner-up ke-3 ajang kecantikan Putri Pariwisata Indonesia 2016 nekat menjual tubuhnya demi uang puluhan juta.

Baca Juga : Open BO Hingga Stay, Istilah Prostitusi Online via Aplikasi di Jambi

Informasi yang didapat Suara.com (media partner Jambiseru.com), di depan penyidik, PA terpaksa memilih jalan pintas untuk mendapatkan pundi-pundi uang demi melunasi utang.

Sebelumnya diberitakan, Putri Amelia alias PA ternyata ditarif sangat tinggi oleh mucikarinya. Sekali kencan, lelaki hidung belang yang ingin menikmati tubuh eks finalis Putri Pariwisata Indonesia itu harus rela merogoh kocek sebesar Rp 65 juta.

“Ditarif Rp 65 juta oleh mucikarinya,” ujar Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan pada Suara.com, Minggu (27/10/2019).

Dari tarif itu, jelas Gideon Arif Setyawan, PA terima bersih Rp 15 juta. Untuk transportasi termasuk tiket pesawat pulang-pergi dan akomodasi ditanggung oleh mucikari. Sementara uang sisanya, Rp 50 juta, dibagi dengan para mucikari.

“Dari harga Rp 65 juta, PA terima Rp 15 juta saja, sisanya dibagi para mucikari,” tegasnnya. (ndy)

Pos terkait