FILM, Jambiseru.com – Ada dua jenis film aksi: yang mengandalkan pukulan… dan yang mengandalkan strategi. Dhurandhar (2025) mencoba memainkan keduanya sekaligus. Dan dari awal nonton, itu sudah terasa.
Film ini tidak langsung menghajar dengan aksi besar seperti kebanyakan film India lain. Justru sebaliknya… ia membuka dengan suasana yang tenang, hampir terasa seperti thriller politik. Tapi di balik ketenangan itu, ada sesuatu yang terus terasa “mengintai”.
Dan benar saja… ketika konflik mulai terbuka, film ini berubah drastis. Dari yang awalnya penuh perhitungan, tiba-tiba menjadi brutal dan intens. Transisi ini tidak terasa aneh, justru terasa seperti ledakan yang memang sudah dipersiapkan sejak awal.
Alur Cerita: Penuh Intrik dan Permainan Pikiran
Yang membuat Dhurandhar menarik adalah cara ia membangun cerita. Ini bukan sekadar kisah balas dendam atau konflik biasa. Ada lapisan intrik yang membuat kita harus ikut berpikir.
Karakter-karakternya tidak hitam-putih. Tidak ada yang benar-benar sepenuhnya baik atau sepenuhnya jahat. Semua punya motif, semua punya alasan. Dan itu membuat cerita terasa lebih dalam.
Film ini juga cukup berani memainkan twist. Tidak terlalu sering, tapi cukup untuk membuat penonton tetap waspada. Kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan terjadi berikutnya… dan itu jadi daya tarik tersendiri.
Karakter Utama: Cerdas, Dingin, Tapi Mematikan
Kalau di film aksi biasa kita melihat tokoh utama yang mengandalkan kekuatan fisik, di sini kita mendapatkan sesuatu yang berbeda.
Karakter utama di Dhurandhar lebih banyak menggunakan otak daripada otot. Ia tidak selalu menyerang secara langsung. Kadang ia menunggu, mengamati, lalu menyerang di waktu yang tepat.
Tapi jangan salah… ketika ia akhirnya bergerak, dampaknya terasa sangat besar. Setiap aksinya terasa diperhitungkan, tidak asal-asalan.
Aura dingin yang dibawanya juga membuat karakter ini terasa kuat. Ia bukan tipe yang banyak bicara, tapi kehadirannya selalu terasa dominan.
Aksi: Tidak Terlalu Banyak, Tapi Lebih Berarti
Berbeda dengan film India yang penuh aksi nonstop, Dhurandhar justru lebih selektif. Aksi tidak datang terus-menerus, tapi ketika muncul… benar-benar terasa penting.
Setiap adegan laga punya tujuan. Tidak sekadar untuk pamer, tapi untuk mendorong cerita ke depan.
Koreografi aksinya juga terasa lebih realistis dibanding film India kebanyakan. Masih ada sedikit sentuhan dramatis, tapi tidak berlebihan.
Ini membuat setiap pertarungan terasa lebih “berat” dan punya konsekuensi.
Sinematografi dan Atmosfer: Gelap, Tegang, dan Elegan
Secara visual, film ini punya pendekatan yang berbeda. Tidak terlalu penuh warna seperti film Bollywood pada umumnya.
Justru Dhurandhar memilih tone yang lebih gelap dan serius. Banyak adegan dengan pencahayaan redup, yang menambah kesan misterius dan tegang.
Pengambilan gambar juga terasa rapi dan terkontrol. Tidak terlalu banyak efek berlebihan, tapi cukup untuk membuat setiap adegan terlihat kuat.
Atmosfer yang dibangun terasa konsisten dari awal sampai akhir.
Drama dan Emosi: Lebih Terkontrol, Tapi Tetap Kena
Kalau kamu terbiasa dengan drama India yang meledak-ledak, mungkin di sini akan terasa sedikit berbeda.
Dhurandhar memilih pendekatan yang lebih tenang. Emosi tidak selalu ditampilkan secara berlebihan, tapi lebih ditahan.
Namun justru karena itu, ketika emosi akhirnya muncul… dampaknya terasa lebih kuat.
Ada beberapa momen yang benar-benar “kena”, bukan karena dramanya besar, tapi karena terasa jujur.
Kekurangan: Tempo yang Kadang Terasa Lambat
Salah satu hal yang mungkin jadi kekurangan adalah tempo di bagian awal dan tengah.
Karena fokus pada pembangunan cerita dan karakter, film ini butuh waktu untuk benar-benar “panas”.
Bagi sebagian penonton, ini bisa terasa lambat. Terutama jika datang dengan ekspektasi film aksi penuh ledakan dari awal.
Namun, jika sabar mengikuti alurnya… payoff di bagian akhir terasa cukup memuaskan.
Film Aksi Cerdas yang Tidak Hanya Mengandalkan Kekerasan
Dhurandhar (2025) adalah contoh film India yang mencoba keluar dari formula biasa.
Ia tetap punya aksi, tetap punya drama, tapi juga menambahkan elemen strategi dan intrik yang membuatnya terasa berbeda.
Ini bukan film yang sekadar ingin menghibur secara instan. Ia ingin membuat penonton berpikir, merasakan, dan ikut terlibat dalam ceritanya.
Dan meskipun tidak sempurna, film ini berhasil memberikan pengalaman menonton yang cukup berkesan.
Kalau kamu mencari film India yang tidak hanya mengandalkan pukulan, tapi juga permainan pikiran… Dhurandhar adalah pilihan yang layak untuk dicoba. (gie/berbagai sumber)












