Prabowo Subianto Sanjung Jokowi: Selalu Pikirkan Masyarakat Kecil

Prabowo subianto
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan. (suara.com)

Jambi Seru – Ketua Umum Partai Gerindra yang juga menjabat sebaga Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto kembali menyanjung Presiden Jokowi. Menurutnya, Jokowi selalu pikirkan masyarakat kecil. Jokowi juga sukses menangani krisis pandemi Covid-19.

“Harus kita juga akui, harus kita beri penghargaan kepada presiden kita, Pak Joko Widodo. Beliau telah memimpin krisis itu dengan tenang, dengan sejuk, memikirkan rakyat yang paling bawah. Itu saya saksi di Kabinet. Saya saksi,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara puncak milad ke-45 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (29/10/2020).

Prabowo juga menyebutkan, Presiden Jokowi adalah sosok pemimpin yang tidak mudah diintervensi oleh pihak luar melalui dorongan untuk melakukan lockdown atau karantina wilayah.

Bacaan Lainnya

Mengutip dari laman suara.com (media partner jambiseru.com), dari artikel yang berjudul Prabowo Puji Jokowi: Beliau Memikirkan Rakyat Paling Bawah, Saya Saksinya, menurutnya, Jokowi pernah minta pendapat dirinya soal perlu atau tidaknya menerapkan lockdown.

“Saya ingat beliau pernah bertanya, ‘Menhan, kalau kita lockdown semua, rakyat kita makan apa?’,” kata Prabowo menirukan pertanyaan Jokowi kepadanya.

“Rakyat kita yang ojol itu, kan, hidup dari hari ke hari. Yang tukang sate, tukang bakso, tukang yang jualan kaki lima, hidupnya dari hari ke hari. Pekerja-pekerja kita upahnya harian kalau lockdown, dia makan apa? Beliau (Jokowi) bertahan. Alhamdulillah kita diakui lima negara terbaik. Kita termasuk negara terbaik penanganan Covid dari 200 negara,” sambungnya.
Padahal, kata Ketua Umum DPP Partai Gerindra, seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengalami kepanikan luar biasa pada awal mencuatnya Covid-19.

Apalagi, kata dia, kala itu belum ada obat-obatan atau vaksin untuk pasien sekaligus mencegah penularan Covid-19.

“Waktu di awal-awal, bulan pertama, semacam bisa dikatakan kepanikan atau kekhawatiran yang sangat besar karena di awal-awal memang berbahaya. Kita belum punya vaksin yang kuat waktu itu. Kita belum tahu obat mana yang cocok untuk itu. Sehingga banyak saudara-saudara kita, kawan-kawan kita, sekarang tidak bersama kita lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengajak masyarakat mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi dalam pengendalian pandemi.

“Marilah kita sebagai bangsa, sebagai umat Islam, berani menghargai orang yang benar, menghargai kebaikan, menghargai prestasi apa pun,” pungkasnya. (tra)

Pos terkait