PENYENGAT OLAK, JAMBISERU.COM — Warga RT 03, Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, khususnya Juanda, mengungkapkan keluhan serius terkait dampak aktivitas alat berat dan perusahaan di sekitar permukiman mereka. Keluhan ini disampaikan langsung oleh Juanda, yang telah menetap di kawasan tersebut selama sekitar 14 tahun.
Menurut Juanda, aktivitas alat berat yang beroperasi setiap hari menimbulkan getaran, debu, dan kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan warga.
“Kami merasakan getaran terus-menerus, debu beterbangan, dan suara bising yang tidak ada hentinya,” ujarnya.
Dampak yang paling dirasakan warga adalah kerusakan fisik pada rumah-rumah mereka. Dinding dan struktur bangunan mengalami keretakan akibat getaran yang terjadi secara terus-menerus.
“Rumah kami retak-retak, bukan hanya satu dua rumah, tapi hampir semua warga di sini merasakannya,” tambah Juanda.
Selain kerusakan fisik, aktivitas stockpile pasir tersebut juga berdampak buruk bagi kesehatan warga, terutama anak-anak yang masih kecil. Debu dan polusi suara diduga menjadi penyebab berbagai gangguan kesehatan yang dialami warga.
Waktu istirahat warga pun terganggu. Suara bising dari alat berat yang beroperasi siang dan malam membuat warga sulit beristirahat dengan tenang.
“Mau tidur pun susah, karena suara alat itu terus berbunyi,” keluh Juanda.
Melihat kondisi yang semakin memburuk, Juanda mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia meminta agar operasional perusahaan dan alat berat di sekitar permukiman warga dihentikan.
“Kami minta pemerintah menutup operasional perusahaan ini. Kami sudah tidak tahan lagi,” tegasnya.
Warga Desa Penyengat Olak, khususnya Juanda, mengalami penderitaan akibat aktivitas industri dan alat berat yang menyebabkan kerusakan rumah, gangguan kesehatan, serta hilangnya kenyamanan hidup. Warga berharap pemerintah segera bertindak demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. (Red/Bersambung)











