Menko PMK Nilai BPIH Selama Ini Lebih Murah

Menko PMK
Menko PMK, Muhadjir Effendy saat memberikan keterangan terkait BPIH. (ANTARA)

Jambi Seru – Terkait rencana kenaikan biaya haji, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menilai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) selama ini lebih murah jika dibandingkan dengan seharusnya.

Diungkapkan Muhadjir, jika biaya yang dibayarkan oleh jemaah haji Indonesia selama ini di bawah dari biaya yang seharusnya. Sebab pemerintah selama ini memberikan subsidi.

“Jadi selama ini memang dana untuk haji itu sebetulnya di bawah dari biaya yang seharusnya, selama ini pemerintah memberikan subsidi tidak langsung,” kata Muhadjir di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (25/1/2023), seperti dikutip dari laman kantor berita pemerintah, ANTARA.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, Kementerian Agama mengusulkan rerata BPIH tahun 1444 Hijriah/2023 adalah sebesar Rp69.193.733 per orang, lebih tinggi dari biaya perjalanan ibadah haji pada 2022 yang ditetapkan Rp39.886.009 per orang.

“Nah, sementara dengan dikelola dengan BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) ini kita harapkan memang ada nilai tambah dari dana-dana yang masuk yang masih antri itu tapi itu belum maksimum,” kata Muhadjir.

Bila kenaikan biaya haji terus ditunda, Muhadjir mengkhawatirkan malah akan semakin membebani pemerintah.

“Karena itu setiap tahun sebetulnya ada biaya yang dibebankan kepada calon jamaah itu di bawah nilai yang seharusnya. Makanya ini kita upayakan ada penyesuaian agar keberlangsungan dari penyelenggaraan haji ini bisa terjamin,” ungkap Muhadjir.

Pos terkait

banner pln