Jambiseru.com – Wali Kota Jambi, Maulana, menghadiri sekaligus menutup kegiatan kreativitas anak muda bertajuk Ritus Garis di Dunia Kafe yang digelar di Duniawi Coffee and Record.
Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi komunitas sketch jamming dan fotografi, yang diinisiasi oleh pegiat kreatif lokal, Bang Rian.
Dalam suasana santai namun penuh gagasAlan, Maulana menyampaikan apresiasinya terhadap Duniawi Coffee and Record yang konsisten menghadirkan ruang kreatif bagi anak muda.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bang Saka selaku pengelola tempat, yang dinilainya mampu menjadikan kafe bukan sekadar ruang komersial, tetapi juga ruang budaya dan ekspresi.
“Semoga tempat ini terus maju dan berkembang dengan berbagai event positif seperti ini,” ujar Maulana.
Menurutnya, kegiatan berbasis kreativitas dan budaya seperti ini memiliki peran strategis dalam pembangunan Kota Jambi ke depan. Ia menegaskan bahwa komposisi penduduk saat ini didominasi oleh anak muda, sehingga arah pembangunan harus memberi ruang luas bagi mereka untuk tumbuh secara positif dan produktif.
“Anak-anak muda jumlahnya sekarang sudah lebih banyak dari orang tua seperti kami. Maka mereka harus diarahkan pada kegiatan positif, punya produk kreatif yang bisa mengangkat budaya Jambi, sekaligus menjadi profesi dan sumber penghasilan,” katanya.
Maulana menilai ekonomi kreatif berbasis budaya merupakan modalitas utama pembangunan Kota Jambi di masa depan. Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, akan terus mendorong hadirnya ruang-ruang publik dan ruang kreatif agar anak muda memiliki ekosistem yang sehat untuk berkarya.
“Kami ingin Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa mengalami peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui ekonomi kreatif. Dari kafe, komunitas, hingga ruang publik—semuanya bisa menjadi penggerak ekonomi jika dikelola dengan baik,” tegasnya.
Kegiatan “Ritus Garis di Dunia Kafe” sendiri menjadi contoh kolaborasi antara komunitas, ruang usaha, dan pemerintah dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif.
Selain menjadi ajang ekspresi seni, kegiatan ini juga memperkuat identitas budaya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi muda Jambi.(uda)












