Harga Minyak Meroket Pasca Perang Rusia-Ukraina, Ekonomi Indonesia Bakal Terdampak

Harga Minyak Meroket
Pasukan cadangan di Pertahanan Teritorial Ukraina berlatih, Sabtu (19/02), di tengah ketegangan yang meningkat. Foto : Istimewa

5. Kenaikan Suku Bunga

Jika inflasi melonjak di atas 10 persen, tentu The Fed akan mengendalikan harga dengan menaikkan suku bunga yang lebih cepat.

Kenaikan suku bunga yang akan datang dari The Fed akan meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen dalam segala hal. Beberapa contohnya, seperti hipotek, pinjaman mobil, hingga kartu kredit.

The Fed dapat memilih untuk mengabaikan peningkatan inflasi hanya sebagai fenomena sementara yang didorong oleh situasi Rusia-Ukraina. Namun, strategi itu tidak berjalan dengan baik tahun lalu, di mana The Fed akhirnya mengabaikan deskripsi “sementara” tentang inflasi terkait pandemi.

Yang pasti, ketegangan Rusia-Ukraina akan semakin memperumit tugas The Fed untuk mengendalikan inflasi tanpa memicu resesi ekonomi.

6. Serangan Siber

Presiden AS Joe Biden memperingatkan Rusia untuk tidak melancarkan aksi serangan siber.

“Jika Rusia menyerang Amerika Serikat atau sekutu melalui cara asimetris, seperti serangan siber yang mengganggu terhadap perusahaan kami atau infrastruktur penting, kami siap untuk merespons,” kata Biden.

Serangan siber hanyalah salah satu contoh bagaimana situasi Rusia-Ukraina dapat meluas ke kehidupan sehari-hari.

“Perang berkembang dengan cara yang tidak terduga. Tidak seorang pun boleh berasumsi bahwa mereka dapat melihat semua dampak perang pada awalnya,” kata Kelly. (red)

Sumber: cnnindonesia.com dengan judul artikel “6 Dampak Ekonomi Yang Timbul Akibat Konflik Rusia-Ukraina

Baca artikel CNN Indonesia6 Dampak Ekonomi Yang Timbul Akibat Konflik Rusia-Ukraina

Pos terkait