Siap Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Kakanwil Ditjenpas Jambi dan Bupati Tanjabbar Panen Raya di Lapas Kuala Tungkal 

img 20260714 wa0017
Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat, Didampingi Kakanwil Ditjenpas Jambi dan Kalapas Kuala Tungkal, saat Panen Raya di Lapas Kuala Tungkal, Selasa (14/7/2026) siang.

Jambiseru.com, Tanjabbar – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Panen Raya yang digelar di Sentra Ketahanan Pangan dan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal, Selasa (14/7/2026) siang.

Panen raya dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, didampingi oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Kuala Tungkal, Iwan Darmawan, serta dihadiri Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat.

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan warga binaan mampu menghasilkan sektor produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Dalam kesempatan itu, Irwan Rahmat Gumilar menegaskan bahwa program ketahanan pangan di Lapas Kuala Tungkal harus terus dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap kebutuhan pangan di daerah.

Menurutnya, keberhasilan budidaya pertanian, peternakan, dan perikanan yang dikelola warga binaan menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Kami berharap Pemkab Tanjabbar terus memberikan dukungan, terutama dalam membuka akses pasar bagi hasil produksi warga binaan. Dengan begitu, produk pangan dari Lapas Kuala Tungkal dapat dikenal lebih luas dan mampu bersaing di pasar lokal,” ujar Irwan.

Ia menambahkan, keberlanjutan program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat agar hasil produksi warga binaan memiliki kepastian pasar sekaligus meningkatkan produktivitas di masa mendatang.

Sementara itu, Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat, memberikan apresiasi atas berbagai inovasi pembinaan yang dijalankan Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal.

Menurutnya, program yang dikembangkan tidak hanya memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga mampu menciptakan sumber pangan baru yang bermanfaat bagi daerah.

“Pemkab Tanjabbar akan mendukung penuh seluruh program produktif di Lapas, mulai dari peternakan, perikanan, budidaya bebek hingga sektor pertanian. Program seperti ini harus terus dikembangkan karena memberikan manfaat besar, baik bagi warga binaan maupun masyarakat,” kata Anwar Sadat.

Bupati juga mendorong agar hasil produksi pangan dari Lapas Kuala Tungkal dapat diserap melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun program pemerintah lainnya di Kabupaten Tanjabbar.

Menurutnya, kebutuhan bahan pangan seperti sayuran, telur, ikan, hingga berbagai komoditas lainnya dapat dipenuhi dari hasil produksi warga binaan sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

Panen raya tersebut menjadi simbol keberhasilan transformasi Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal sebagai lembaga pembinaan yang produktif. Tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, lapas kini juga berkembang menjadi pusat produksi pangan yang berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan daerah, pemberdayaan warga binaan, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional melalui kolaborasi yang berkelanjutan. (Put)

Pos terkait