Sy Fasha Dorong Danantara Bantu Pendanaan Jaringan Listrik, Percepat Pemanfaatan Energi Terbarukan

Sy Fasha Dorong Danantara Bantu Pendanaan Jaringan Listrik, Percepat Pemanfaatan Energi Terbarukan
Sy Fasha Dorong Danantara Bantu Pendanaan Jaringan Listrik, Percepat Pemanfaatan Energi Terbarukan. Foto: Jambiseru.com

JAMBI, Jambiseru.com – Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan Jambi, Syarif Fasha, menilai pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Menurutnya, pemerintah dalam dua tahun terakhir telah membangun berbagai pembangkit EBT melalui sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Pembangunan pembangkit berbasis energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, hidro, hingga panas bumi sudah berjalan sangat masif. Dari sisi pembangkit, progresnya sudah sangat luar biasa,” kata Fasha.

Meski demikian, Fasha mengingatkan, tantangan utama saat ini bukan lagi pada pembangunan pembangkit, melainkan pada ketersediaan jaringan transmisi dan distribusi listrik yang menjadi penghubung antara sumber energi dengan masyarakat.

Ia menilai biaya pembangunan jaringan listrik sangat besar sehingga PLN tidak dapat sepenuhnya mengandalkan kemampuan pendanaan internal untuk mempercepat perluasan infrastruktur tersebut.

“Persoalan terbesar kita sekarang adalah jaringan. Biaya membangun jaringan sangat mahal, sementara PLN juga memiliki keterbatasan. Kalau hanya mengandalkan dana PLN, tentu akan sangat berat,” katanya.

Karena itu, Fasha mendorong pemerintah membuka alternatif pembiayaan di luar APBN. Salah satu opsi yang dinilai layak dipertimbangkan adalah pemanfaatan dana investasi melalui Danantara untuk mendukung pembangunan jaringan kelistrikan nasional.

Menurutnya, langkah tersebut akan membantu meringankan beban investasi PLN sekaligus mempercepat pemerataan akses listrik yang berasal dari pembangkit energi terbarukan.

“Kalau hanya mengandalkan APBN, tentu pemerintah juga memiliki banyak prioritas pembangunan lainnya. Karena itu, Danantara dapat menjadi alternatif untuk memfasilitasi PLN membangun jaringan listrik di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Fasha menegaskan, keberhasilan transisi energi tidak cukup hanya dengan membangun pembangkit EBT. Tanpa jaringan transmisi dan distribusi yang memadai, listrik yang dihasilkan tidak akan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Sebanyak apa pun pembangkit energi terbarukan dibangun, kalau jaringannya tidak tersedia, listriknya tetap tidak bisa disalurkan. Karena itu, pembangunan jaringan harus menjadi prioritas agar investasi di sektor energi terbarukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (uda)

Pos terkait