Penyengat Olak, Jambiseru.com — Derita yang dialami warga Penyengat Olak seolah tak berujung. Sofia, salah seorang warga yang telah bertahun-tahun tinggal di kawasan tersebut, menuturkan bahwa hingga hari ini alat berat terus beroperasi tanpa henti, mengabaikan hak rakyat atas lingkungan yang baik dan sehat.
“Setiap hari kami mendengar suara alat berat itu. Rumah kami bergoyang, tidak ada ketenangan lagi. Kami hanya minta lingkungan yang layak, tapi sampai sekarang tidak ada yang peduli,” ujar Sofia dengan nada lelah saat ditemui di kediamannya.
Sofia menceritakan bahwa aktivitas perusahaan yang terus berjalan telah merusak kenyamanan hidup warga. Getaran yang ditimbulkan membuat rumah-rumah warga terasa bergoyang, sementara kebisingan alat berat dan suara musik yang keras membuat warga sulit beristirahat, terutama pada malam hari.
“Kami sulit tidur, jadinya sakit-sakitan. Kami sudah menyampaikan keluhan, tapi malah dianggap mengganggu. Bahkan ada yang diancam dan diusir saat mencoba memprotes,” lanjut Sofia.
Warga merasa hak konstitusional mereka—yakni hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar—telah dirampas. Mereka menuntut agar perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut ditutup, atau setidaknya memberikan kompensasi dan perhatian kepada masyarakat yang terdampak.
Namun, harapan itu terasa jauh. Sofia mengaku pesimis karena pihak terkait dinilai tidak memiliki niat baik untuk menolong warga kecil seperti mereka.
“Kami ini orang susah. Kami hanya ingin hidup tenang. Tapi sepertinya tidak ada keadilan untuk kami,” tuturnya lirih.
Situasi di Penyengat Olak mencerminkan ketimpangan kuasa yang dialami masyarakat kecil ketika berhadapan dengan kepentingan industri. Alat berat yang terus bekerja seakan menjadi simbol betapa hak rakyat atas lingkungan yang sehat dan layak terus diabaikan.
Sofia dan warga Penyengat Olak lainnya berharap ada pihak yang mau mendengar dan memperjuangkan nasib mereka. Mereka tidak menuntut banyak—hanya lingkungan yang baik, sehat, dan kehidupan yang damai tanpa tekanan.(red)











