JAMBI, Jambiseru.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengusulkan penjadwalan ulang pelaksanaan Healthy Cities Summit (HCS) ke-7 Tahun 2026. Agenda nasional yang semula dijadwalkan pada 25–28 Oktober tersebut diusulkan bergeser ke tanggal 22–24 November 2026 akibat kabut asap yang memicu penurunan kualitas udara dan berpotensi mengganggu penerbangan menuju Jambi.
Keputusan pengusulan perubahan jadwal tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Kesiapan HCS 2026 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Rapat tersebut dihadiri jajaran pimpinan daerah, antara lain Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Gubernur Abdullah Sani, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, unsur Forkopimda, Sekda Provinsi dan Kota Jambi, serta jajaran pejabat Pemprov dan Pemkot Jambi.
Beberapa hal krusial dibahas dalam pertemuan ini, mulai dari analisis prakiraan cuaca BMKG, kesiapan infrastruktur jalan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, hingga titik lokasi kunjungan peserta. Rencananya, para tamu akan diajak meninjau Kolam Retensi Telaga Kajang Lako, pengelolaan air limbah dan depo sampah Sijinjang, Candi Muaro Jambi, serta Sekolah Rakyat.
Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa Pemprov Jambi mendukung penuh kesiapan Kota Jambi sebagai tuan rumah perhelatan akbar tersebut. Menurutnya, forum ini melibatkan para kepala daerah dan pejabat kabupaten/kota se-Indonesia sehingga membawa nama baik daerah.
“Kita tentu ingin seluruh persiapannya matang sehingga para tamu yang datang ke Jambi merasa nyaman. Ini menyangkut nama baik daerah, sehingga Pemerintah Provinsi siap mendukung penuh Pemkot Jambi,” ujar Al Haris.
Ia menjelaskan, penundaan diusulkan agar pelaksanaan acara berlangsung maksimal di tengah kondisi kemarau panjang dan ancaman kabut asap. Meski HCS diusulkan ditunda, Al Haris memastikan gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jambi pada 30 Oktober mendatang tetap berjalan sesuai jadwal.
Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, mengapresiasi dukungan penuh dari Pemprov Jambi. Ia memaparkan, berdasarkan data BMKG, potensi curah hujan diperkirakan baru meningkat pada akhir Oktober, sehingga kondisi kualitas udara dan kabut asap diprediksi belum sepenuhnya pulih jika acara dipaksakan sesuai jadwal awal.
Atas pertimbangan tersebut, Pemkot Jambi segera menyurati pemerintah pusat. Dalam skema jadwal baru, 22 November ditargetkan sebagai hari kedatangan peserta, diikuti agenda utama pada 23 November, dan penutupan pada 24 November 2026.
Maulana menambahkan, perhelatan HCS ke-7 tidak sekadar ajang seremonial, tetapi juga momen percepatan pembenahan infrastruktur kota serta pendorong roda ekonomi lokal.
“Dengan banyaknya tamu yang datang, tentu ada pergerakan ekonomi di sektor kuliner, perhotelan, UMKM, hingga oleh-oleh khas Jambi. Kami berharap masyarakat ikut menjadi tuan rumah yang baik,” pungkasnya.
Hingga saat ini, sejumlah konsulat jenderal dilaporkan telah mengonfirmasi kehadiran. Pemkot Jambi terus mematangkan persiapan teknis sembari menunggu persetujuan resmi perubahan jadwal dari pemerintah pusat. (ris)











