Gerak 98 Bagi-bagi Tabloid Rekam Jejak Prabowo, Masyarakat Diminta Sadar Fakta Pelanggaran HAM

juru bicara gerak 98 mixil mina munir membagikan tabloid yang mengupas tuntas rekam jejak capres nomor urut 2, prabowo subianto.
Juru Bicara Gerak 98 Mixil Mina Munir membagikan tabloid yang mengupas tuntas rekam jejak Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.Foto: iNews.Jambi.id

Jambiseru.com – Aktivis Gerak 98 bagi-bagi tabloid tentang rekam jejak Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto di masa lalu.

Tabloid itu berisi rekam jejak Prabowo Subianto dalam kasus pelanggaran HAM berat. Sebanyak 100.000 tabloid dibagikan di 16 kota secara serentak.

“Kita akan terus berlanjut untuk menyuarakan ini, ke titik-titik yang sentral agar masyarakatnya tau, agar rakyat sadar, agar rakyat mengetahui bahwa ada yang salah dari proses politik di Indonesia sekarang ini,” kata Juru Bicara Gerak 98 Mixil Mina Munir, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2024).

Bacaan Lainnya

Aksi bagi-bagi tabloid tersebut juga untuk memberikan pemahaman politik kepada masyarakat luas yang memang belum mengetahui, dan juga yang abai terhadap sejarah Indonesia.

“Di mana pada tahun 98, ada 22 kawan kita yang diculik oleh militer oleh tentara, oleh Prabowo Subianto dalam hal ini kemudian 9 orang telah kembali dan 13 orang dinyatakan sampai sekarang saat ini masih hilang dan belum ditemukan,” ucap Mixil.

“H-10 dari pemilu kita akan tetap menyuarakan aspirasi kawan aktivis 98 untuk tetap menolak capres pelanggar HAM, capres penculik, capres yang menodai demokrasi di Indonesia,” tambah Mixil.

Mixil berharap, dengan adanya aksi tersebut pihaknya bisa menyadarkan kepada masyarakat agar tidak memilih capres pelanggar HAM, baik itu masyarakat Generasi Z, dan juga milenial.

“Di dalam tabloid ini kita menegaskan ada semuanya, kita lengkap dalam tabloid yang kita distribusikan kepada masyarakat ini,” katanya.

Diketahui,  Wakil Komandan Echo (Hukum dan Advokasi) Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Habiburokhman, mengatakan tidak ada satu pun keterangan saksi dalam persidangan Tim Mawar yang menyebutkan adanya perintah atau arahan Prabowo untuk melakukan penculikan.

Keputusan Presiden saat itu B.J. Habibie yang memberhentikan Prabowo secara hormat dengan menghargai jasa-jasa dan pengabdian Prabowo selama bertugas di TNI. (uda)

Sumber: iNews.Jambi.id

Pos terkait