Wakili Indonesia di Oscar 2027, Arya Saloka dan Putri Marino Siap Unjuk Batik di AS

wakili indonesia di oscar 2027, arya saloka dan putri marino siap unjuk batik di as
Wakili Indonesia di Oscar 2027, Arya Saloka dan Putri Marino Siap Unjuk Batik di AS. Foto: antaranews

Jambiseru.com — Film Empat Musim Pertiwi resmi dipilih oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia (IOSC) untuk mewakili Indonesia dalam kategori Best International Feature Film pada ajang Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027.

Menjelang agenda promosi di Amerika Serikat, dua pemeran utamanya, Arya Saloka dan Putri Marino, berkomitmen memanfaatkan momentum ini untuk mengenalkan kekayaan budaya dan kain batik Indonesia di kancah internasional.

“Usul pertama kali sih pakai batik, yang kedua tetap pakai batik. Jadi memang biar Indonesianya melekat,” kata Arya Saloka saat ditemui dalam acara gala premiere film Empat Musim Pertiwi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat.

Aktor berusia 35 tahun itu menilai, karya film itu sendiri telah menjadi medium promosi kebudayaan yang sangat efektif. Ia berharap penayangan Empat Musim Pertiwi di panggung internasional mampu memberikan gambaran utuh dan menarik tentang identitas bangsa kepada penonton dunia.

“Sebenarnya dengan Empat Musim Pertiwi, Insyaallah mudah-mudahan diputar di sana pun itu sudah salah satu cara mempromosikan Indonesia,” tambahnya.

Terkait konsep detail busana serta jenis wastra Nusantara lainnya yang akan diboyong, jajaran pemain dan tim produksi mengaku masih mematangkan perencanaan agar representasi budaya Indonesia tampak maksimal di ajang bergengsi tersebut.

Semangat mengenalkan wastra Nusantara ini turut didukung oleh aktor muda Nagara Kautsar Pakusadewo yang juga membintangi film tersebut. Bertepatan dengan momen Hari Batik Nasional, putra dari mendiang aktor senior Tio Pakusadewo ini mengaku memang gemar mengenakan batik untuk aktivitas sehari-hari.

Uniknya, Nagara tidak terpaku pada daerah asal atau pakem motif tertentu saat mengoleksi batik, melainkan lebih mengandalkan ketertarikan visual dan ikatan emosional.

“Aku batik emang senang, tapi tanpa melihat asalnya dari mana. Jadi kadang kayak suka motifnya, oh ternyata ini dari Solo. Suka motifnya, oh ternyata ini batik Jogja. Cuma emang suka dengan motifnya, enggak bisa dijelaskan kenapa sukanya. Hanya sebatas melihat dan jatuh cinta begitu saja,” ujar Nagara. (ris)

Sumber: antaranews

Pos terkait