Harga Tiket Pesawat Makin Mahal, Edi Purwanto: Jangan Bebani Masyarakat

Harga Tiket Pesawat Makin Mahal, Edi Purwanto: Jangan Bebani Masyarakat
Harga Tiket Pesawat Makin Mahal, Edi Purwanto: Jangan Bebani Masyarakat. Foto: Jambiseru.com

JAMBI, Jambiseru.com – Kenaikan harga tiket pesawat yang mencapai hampir 16 persen di 24 provinsi menjadi perhatian serius Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto.

Ia meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret agar lonjakan tarif penerbangan tidak semakin membebani masyarakat.

Menurut Edi, kenaikan harga tiket pesawat harus menjadi perhatian bersama, mengingat transportasi udara memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga konektivitas antardaerah.

Ia mengingatkan, jangan sampai mahalnya harga tiket membuat masyarakat semakin kesulitan mengakses transportasi udara, terutama bagi warga yang tinggal di daerah dan sangat bergantung pada penerbangan untuk bepergian ke berbagai wilayah.

“Jangan sampai kenaikan tarif ini justru membuat akses masyarakat terhadap transportasi udara semakin sulit. Kita memahami ada berbagai komponen yang mempengaruhi biaya penerbangan, tetapi sisi kemampuan masyarakat juga harus menjadi pertimbangan,” kata Edi.

Ia menegaskan, keterjangkauan harga tiket pesawat bukan sekadar persoalan tarif transportasi, melainkan juga menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan akses mobilitas yang layak.

Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan dan kemampuan daya beli masyarakat. Jangan sampai beban kenaikan biaya operasional penerbangan sepenuhnya berujung pada mahalnya harga tiket yang harus dibayar penumpang.

“Prinsipnya, kita ingin transportasi udara tetap bisa dijangkau masyarakat. Konektivitas nasional harus dirasakan secara merata, bukan hanya di kota-kota besar, tetapi juga oleh masyarakat di daerah,” tegasnya.

Edi juga menyoroti, pentingnya pemerataan konektivitas udara bagi daerah, termasuk Provinsi Jambi. Sebab, transportasi udara menjadi salah satu penunjang penting bagi aktivitas masyarakat, dunia usaha, perdagangan, pariwisata, serta hubungan antardaerah.

Jika harga tiket terus meningkat tanpa diimbangi kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, dikhawatirkan mobilitas warga akan semakin terbatas dan berdampak pada aktivitas ekonomi daerah.

Karena itu, Edi meminta pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai faktor yang memengaruhi tarif penerbangan, sekaligus memastikan kebijakan harga tiket tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat harus menanggung biaya perjalanan yang semakin mahal. Pemerintah harus hadir memastikan transportasi udara tetap terjangkau dan konektivitas antardaerah berjalan dengan baik,” pungkasnya. (uda)

Pos terkait