JAMBI, Jambiseru.com – Anggota DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto menyoroti kualitas pembangunan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Provinsi Jambi. Ia meminta jajaran balai tidak hanya mengejar target pembangunan, tetapi memastikan setiap pekerjaan memiliki kualitas terbaik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Edi setelah meninjau sejumlah kegiatan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi, Jumat pagi. Salah satu yang ditinjau yakni kolam retensi, sebelum Edi melanjutkan agenda rapat bersama jajaran balai.
Dalam pertemuan tersebut, Edi bersama pihak balai mengevaluasi berbagai program Kementerian PU yang berjalan pada 2026, sekaligus membahas sejumlah program yang akan diperjuangkan untuk 2027.
Menurut Edi, secara umum kinerja balai di Jambi sudah berjalan cukup baik. Namun, ia memberikan penekanan khusus terhadap persoalan kualitas pekerjaan.
“Alhamdulillah secara umum kerja balai cukup bagus. Memang di sini kami tekankan kualitas kerjanya harus bagus,” kata Edi.
Edi mengingatkan, posisi balai sangat strategis karena proyek yang dikerjakan Kementerian PU nantinya menjadi rujukan sekaligus contoh bagi pemerintah daerah.
Karena itu, ia meminta jangan sampai kualitas pekerjaan balai justru berada di bawah proyek yang dikerjakan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.
“Balai itu induknya pemprov, pemkab, pemkot. Maka harus memberikan teladan. Jangan sampai kualitas yang kita kerjakan lebih buruk dibandingkan kualitas pemkab atau pemkot,” tegasnya.
Tidak hanya mengevaluasi pekerjaan yang sedang berjalan, Edi juga membawa sejumlah agenda pembangunan strategis Jambi ke meja pembahasan.
Salah satunya terkait pembangunan intake Kabupaten Muaro Jambi yang dinilai penting untuk mendukung kebutuhan infrastruktur sumber daya air di daerah.
Edi menyebut, pembangunan intake Kota Jambi dan Muaro Jambi memiliki keterkaitan karena kedua wilayah tersebut sudah bertemu di kawasan perbatasan. Saat ini, pekerjaan penahan tebing di kawasan tersebut tengah dilakukan.
“Intake Kota dan Muaro Jambi ini sudah pas ketemu di perbatasan. Hari ini kita sedang pengerjaan penahan tebingnya,” sebutnya.
Namun, untuk merealisasikan pembangunan intake Muaro Jambi, masih diperlukan sejumlah persyaratan teknis dan administratif.
Edi mengatakan, tahap awal akan difokuskan pada pemenuhan readiness criteria (RC), termasuk kesiapan lahan, dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya.
“Kita bicarakan bagaimana skenarionya supaya intake Kabupaten Muaro Jambi juga bisa dibangun. Mungkin tahun ini kita RC-nya dulu, kelengkapan kriterianya, baik itu DID, lahan dan sebagainya,” ujarnya
Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi, Edi optimistis pembangunan intake Muaro Jambi dapat diperjuangkan masuk dalam penganggaran Kementerian PU pada 2027.
“Mudah-mudahan tahun depan kita ikhtiarkan supaya anggaran intake untuk Muaro Jambi bisa dianggarkan oleh Kementerian PU, terutama Dirjen Sumber Daya Air,” katanya. (uda)











