Berita

Puisi Jambi (Nabila KZ): Duka

Puisi Jambi (Nabila KZ): Duka Duka Oleh : Nabila KZ * Aku, Hibernasi dalam luka Mengepak dalam jatuh Berjalan dalam lumpuh Menggigil dalam peluh Menggerogoti kesendirian Dalam lamun Tak ada sakit dalam sepi Bohong, bohong, bohong Kata hati selalu berlawan Duka makin melara Duka yang tersisa Hanya duka… Jambi, 4

Puisi

Puisi Jambi Rina Sihotang: Luka

Puisi Jambi Rina Sihotang: Luka Luka Oleh : Rina Sihotang * Tidak akan terkontaminasi oleh kata-kata ilusi Cukup sekali bodoh karena hati Tetap menanti dia yang kasat mata Hingga air mata menjadi jawabannya Tetap menunggu meskipun belum tentu ditunggu Tetap percaya akan dia yang sudah kelabu Tetap sabar akan rasa

Puisi

Puisi Nadia Vitaloka (Jambi): Perjalanan Cinta

Puisi Nadia Vitaloka (Jambi): Perjalanan Cinta By: Nadia Vitaloka* Kala itu waktu senja mulai datang Tak sengaja kita berpapasan yang menimbulkan tanda tanya dan keingintahuan Siapakah gerangan? Seakan angin berbisik yang senantiasa membuat hati ini bergembira Yang membuat pipiku kian memerah Oh Tuhan Perasaan apakah ini yang seakan membelenggu dan

Puisi

Puisi Melsa Mahda Sitho (Jambi): Rinduku

Puisi Melsa Mahda Sitho (Jambi): Rinduku By : Melsa Mahda Sitho Tahukah kau kasih, aku terlalu larut dalam keheningan dalam rindu yang tak bisa kulukiskan hanya bayang mu yang ada di ingatan Di remang cahaya malam saat langkah ku sedikit terlambat ku tahu hatimu tak pernah menginginkan namun apa daya,hasrat

Puisi

Puisi-puisi Jen Kelana : Mendaras Risau Kemarai

Puisi-puisi Jen Kelana : Mendaras Risau Kemarai Sajak-Sajak by Jen Kelana MENDARAS RISAU KEMARAU Pagi yang menggores di relung kekanak memainkan warna pelangi di ujung langit dan tersebab ricik air di selangkangan batu-batu memetakan mega di antara hijau dedahan Begitulah angin selalu menjadi penanda atas gemulai arus sungai mengeja kata

Puisi

Puisi Helen Manurung : Di Balik Harapan

Puisi Helen Manurung : Di Balik Harapan By : Helen Manurung * Sebuah harap yang belum usai Diriku, tergeletak diinjak harapan Bayang-bayang pun enggan untuk peduli Tersekap dalam lamunan Malam jadi saksi perjuanganku Teror harapan datang menghampiriku Kabar apa yang ingin kau sampaikan? Apa lagi yang harus kulakukan? Baca Juga

Puisi

Puisi Uut Andriani: Pada Senja

Puisi Uut Andriani: Pada Senja Kau tahu Pernah kali itu Hampir saja Sebuah hati jatuh Padaku Pelukan hangat Dari dia si batu dingin Sudah dekat Sangat erat Hampir terikat Lepas genggam oleh sekat Baca Juga : Puisi Finta Haliza : Epiphany Salah arah Tatapan merekah Hati berbeda Sudah pasti Main hati

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.