Pemimpin Mantap dalam Catatan (2)

  • Whatsapp
musri nauli
Musri Nauli. Foto: Istimewa

Pemimpin Mantap dalam Catatan (2)

JAMBISERU.COM – Ketika Jokowi sering “blusukan” ke tempat-tempat yang menjadi perhatiannya, terbayang cara-cara ini juga dikenal sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya dikenal Sidak. Sidak adalah inspeksi mendadak. Cara pemimpin mengetahui kerja anggotanya di lapangan.

Selain itu juga dengan Sidak. Namun sedikit mirip yang dikenal Turba. Turba berasal dari kata “turun kebawah”.

Turba dan sidak lebih menampakkan agenda resmi pemerintahan yang berkaitan untuk mengontrol kerjanya di lapangan. Dengan cara “Sidak”, atau “turba” atau “blusukan” dapat diketahui bagaimana “Serapan” kegiatan dilakukan. Sekaligus mengetahui bagaimana cara “control” anggota di bawah untuk memastikan di lapangan.

Ketika Jokowi memulai lawatan kerjanya menjelang Pilgub Jakarta 2012, tema “blusukan” menjadi wacana nasional.

Dengan memasuki kampung-kampung, mendengarkan langsung keluhan masyarakat, berbagai upaya “rekayasa” dapat dihindarkan. Selain memastikan ‘suara yang didengar lebih jernih” sekaligus untuk memastikan bagaimana apparat bekerja di lapangan.

Cara ini efektif. Sehingga ketika Jokowi menjadi Presiden, cara “blusukan” masih juga digunakan Jokowi.

Masih ingat ketika Jokowi datang ke Sumatera Utara. Berbagai perangkat sudah disiapkan. Disiapkan panggung untuk presentasi. Sekaligus memberikan pemahaman kepada Jokowi sebagai Presiden.

Entah darimana idenya. Hanya 15 menit diruangan yang telah disediakan, Jokowi justru langsung ke lapangan. Ditemani Adian Napitulu, Jokowi langsung mendengarkan keluhan masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan maksimal dari penanganan korban Gunung Sinabung.

Atau kisah menggelikan sekaligus memalukan. Datang ke Banjarmasin untuk melihat “kesiapan” dari petugas untuk pemadaman api tahun 2015.

Dengan heroic, petugas menunjukkan upaya pemadaman kebakaran. Sekitar 1 jam kemudian Jokowi pulang setelah melihat peragaan petugas memadamkan kebakaran.

Namun entah “keisengan”, Setelah peserta pulang semuanya, satu jam kemudian Jokowi hanya diteman beberapa orang Paspampres datang kembali ke lokasi.

Sambil menggeleng kepala, Jokowi menyaksikan, seluruh petugas sudah pulang. Sementara api masih berkobar akibat kebakaran gambut.

Cara untuk mengetahuai “kelakuan” petugas dilapangan memang memerlukan strategi “shock terapi”.

Dalam acara resmi, “berbagai scenario” didesain. Entah dengan mengatur peserta yang bicara ataupun materi yang disampaikan. Biasanya acara seperti ini, justru kurang tergali berbagai informasi yang dibutuhkan pemimpin.

Cara yang sering saya gunakan adalah “tidur” di kantor. Hampir setiap tempat yang saya datangi, saya lebih suka “tidur” di kantor. Bukan karena tidak disiapkan fasilitas. Justru dari “orang kecil’, berbagai informasi banyak sekali informasi yang didapatkan.

Cara membangun informasi effektif selain dimalam hari, juga “Suara hati” orang kecil lebih terasa. Persoalan sebenarnya lebih membumi.

Oleh : Musri Nauli SH (Dir Media Al Haris-Abdullah Sani)

Pos terkait