Opini Musri Nauli : Mission Impossible

musri nauli
Musri Nauli. Foto : Istimewa

Jambi Seru – Film Mission Impossible adalah serial film Thriller aksi spionase yang diperankan oleh Tom Cruise sebagai agen yang dikenal sebagai Ethan Hunt.

Sebagai judul, memang film ini memadukan kecanggihan dari Ethan Hunt yang melaksanakan misi yang tidak mungkin (Mission Impossible) didalam aksinya.

Sebagai spionase dan menerima tugas-tugas penting maka slogannya kemudian dikenal “Berhasil Tak Dipuji, Gagal Dicaci Maki. Hilang Tak Dicari, Mati Tak Diakui”. Demikian setiap instruksi yang diberikan kepada agen spionase.

Bacaan Lainnya

Lihatlah.. Bagaimana Ethan Hunt yang rela harus melepaskan seluruh atribut sosialnya termasuk harus melepaskan istrinya demi menjalankan tugasnya.

Film Mission Impossible membuat Tom Cruise Tetap bertahan di papan atas Aktor Hollywood hingga sekarang.

Selain menjadi aktor, Tom Cruise juga menjadi produser hingga berseri film.

Menurut pemberitaan, Film ini kemudian berseri. Lihatlah Mission Impossible (1996), Mission Impossible II (2000), Mission Impossible III (2006), Mission Impossible: Ghost Protocol (2011), Mission Impossible dan Mission Impossible: Fallout (2018)

Bahkan sedang dikerjakan Mission: Impossible – Dead Reckoning (2023) dan Mission: Impossible 8 (2024).

Demikianlah perumpamaan tentang “Ground breaking hauling road batubara (angkutan khusus batubara)”.

Pertanyaan “Impossible” untuk angkutan khusus batubara memang menjadi perhatian publik terutama pengguna jalan umum.

Apakah ada dukungan pendanaan dari APBD ? Apakah ada investor yang mau membiayai Pembangunan angkutan khusus batubara.

Berbagai pertanyaan demi pertanyaan kemudian “mentok” di dinding rapat. Tidak ada.

Atau tidak mungkin (Impossible).

Namun tugas (misi) ini harus dilaksanakan. Persoalan angkutan batubara benar-benar menyita energi. Berbagai persoalan di Lapangan membuat pengguna jalan umum menjadi marah, mengomel hingga uring-uringan.

Baik disampaikan ke media sosial, pemberitaan di media massa maupun dalam debat-debat politik di warung kopi.

Namun sebagai “misi Impossible”, Al Haris sebagai Gubernur Jambi kemudian pelan-pelan menguraikan.

Sembari menunggu “kesiapan” dari investor yang membangun angkutan khusus batubara, penataan di Lapangan mulai dirapikan.

Dimulai dari penataan kendaraan dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1165/Dishub-3.1/V/2002 Tertanggal 17 Mei 2022 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Angkutan Batubara di Provinsi Jambi (SE Batubara). Dan yang cukup Penting adalah angkutan batubara yang menggunakan jalan umum tidak boleh dilakukan sebelum pukul 18.00 wib.

Sebelumnya penetapan “pelarangan” Muara Bulian – Jambi melalui Mendalo kemudian dipindahkan ke Muara Bulian – Jambi melalui Tempino.

Belum lagi kendaraan harus menggunakan plat daerah Jambi dan penggunaan nomor lambung.

Selain itu tentu saja jalur Jambi- Muara Bulian melalui Ness yang relatif sudah dapat dipacu kendaraan.

Akhirnrya “mission Imposible” tuntas dikerjakan.

Kegelisahaan Al Haris sebagai Gubernur Jambi ditandai didalam sambutannya. Disebutkan “momen yang sudah lama saya nantikan. Saya sudah lama menunggu pembangunan ini. Sejak awal saya dilantik sebagai Gubernur Jambi, sudah berkali-kali perusahaan berjanji kepada saya untuk membangun jalan khusus batu bara, namun tidak kunjung dibangun”.

Namun Alhamdulilah. Hari ini kemudian dilakukan “Ground Breaking (Peletakan Batu Pertama) Pembangunan Jalan Khusus Batu Bara Rute Kilangan Kecamatan Bajubang-Mestong-sungai Gelam-Kumpeh Ulu-Taman Rajo”.

Ground breaking (peletakan batu pertama) pembangunan jalan khusus batu bara yang akan dikerjakan oleh PT Putra Bulian Propertindo Sambutan Gub/Ground Breaking Jalan Khusus Batu Bara/Biro Adpim-2022 3 dengan rute Kilangan Kecamatan Bajubang-Mestong-Sungai Gelam-Kumpeh Ulu-Taman Rajo

Dimulai dari membangun rute Kilangan Kecamatan BajubangMestong-Sungai Gelam-Kumpeh Ulu-Taman Rajo. Total panjang jalan yang akan dibangun 147 Km. Dengan memulai untuk tahap awal sepanjang 83 Km, dari Desa Kilangan Batang Hari sampai Desa Dusun Mudo Muaro Jambi.

Sehingga akan menyambung rute jalan Khusus batu bara dari Kito Buyo – Tempino.

Dengan selesainya jalur ini maka akan menyambung jalur alternatif dibuat Pemda Batanghari dari Koto Boyo, Tempino, terus ke Kilangan dan Dusun Mudo.

Harapan kita semua maka dengan jalan khusus batu bara sudah selesai dibangun maka truk angkutan batu bara tidak lagi masuk ke jalur umum kabupaten dan provinsi. Dengan adanya jalur khusus ini, akan mempercepat proses pengiriman lantaran memangkas jauh jarak perjalanan. (*)

Terima kasih, pak Gub..

Teruslah bekerja.

Penulis adalah Direktur Media Publikasi dan Opini Al Haris –  Sani

Pos terkait

banner pln