Oleh : Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd. *
Di tengah arus globalisasi informasi dan kompetisi ekonomi yang semakin terbuka, kekuatan suatu bangsa tidak lagi hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam atau besarnya jumlah penduduk. Lebih dari itu, kekuatan bangsa ditentukan oleh kualitas ekosistem pengetahuan yang menopangnya.
Dalam konteks ini, pers yang sehat, pendidikan yang berkualitas, dan arah pembangunan ekonomi yang berdaulat merupakan tiga pilar strategis yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Ketiganya membentuk satu rangkaian kekuatan yang menentukan masa depan bangsa.
Kedaulatan ekonomi pada dasarnya berarti kemampuan suatu negara mengelola potensi yang dimilikinya untuk kesejahteraan rakyat sendiri. Kedaulatan tersebut tidak hanya lahir dari kebijakan pemerintah atau kekuatan pasar, tetapi juga dari kualitas informasi yang beredar di masyarakat serta mutu pendidikan yang membentuk karakter sumber daya manusianya.Tanpa informasi yang jernih dan masyarakat yang terdidik, kebijakan ekonomi yang baik sekalipun sering tidak mendapatkan dukungan publik yang memadai.
Di sinilah pentingnya pers yang sehat. Pers bukan sekadar penyampai berita, tetapi penjaga akal sehat publik. Informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya membantu masyarakat memahami arah kebijakan, menilai langkah pemerintah, serta menghindari jebakan kabar yang menyesatkan. Dalam situasi ekonomi yang sering kali diwarnai isu sensitive, harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, hingga kebijakan fiscal, peran pers menjadi semakin strategis karena ia membentuk persepsi publik yang pada akhirnya memengaruhi stabilitas sosial dan kepercayaan masyarakat.
Namun, pers yang sehat tidak akan berdiri kokoh tanpa dukungan masyarakat yang memiliki tingkat literasi yang baik. Di sinilah pendidikan mengambil peran fundamental. Pendidikan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, sikap rasional, dan kedewasaan dalam menyikapi informasi. Masyarakat yang terdidik tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak jelas sumbernya dan lebih mampu melihat persoalan secara jernih. Dalam jangka panjang, kualitas pendidikan menentukan kualitas keputusan kolektif yang diambil oleh masyarakat, termasuk dalam bidang ekonomi.
Hubungan antara pers dan pendidikan pada akhirnya bermuara pada penguatan ekonomi bangsa. Ekonomi yang kuat tidak hanya bertumpu pada investasi dan produksi, tetapi juga pada kepercayaan. Kepercayaan publik terhadap kebijakan, terhadap institusi, dan terhadap arah pembangunan sangat menentukan stabilitas ekonomi. Pers yang kredibel membangun kepercayaan melalui informasi yang benar, sementara pendidikan memperkuat kepercayaan melalui kemampuan masyarakat memahami persoalan secara rasional. Ketika kepercayaan publik tumbuh, stabilitas sosial menguat, dan iklim usaha menjadi lebih kondusif.
Bangsa yang mampu menjaga kesehatan pers dan kualitas pendidikan pada saat yang sama sesungguhnya sedang menanam fondasi bagi kedaulatan ekonominya sendiri. Kedaulatan ekonomi tidak selalu dimulai dari proyek-proyek besar, tetapi sering berawal dari kesadaran kolektif masyarakat yang memahami kepentingan bersama. Kesadaran tersebut lahir dari informasi yang jernih dan proses pendidikan yang membentuk karakter tangguh serta integritas sosial yang kuat.
Karena itu, perhatian terhadap kualitas pers dan pendidikan tidak boleh dipandang sebagai agenda sektoral semata. Keduanya merupakan investasi strategis yang dampaknya melampaui bidang masing-masing. Pers yang sehat membantu menjaga akuntabilitas dan transparansi, sementara pendidikan yang bermutu membentuk generasi yang mampu berinovasi, bekerja produktif, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Ketika kedua unsur ini berjalan beriringan, upaya membangun ekonomi yang mandiri dan berdaya tahan akan memperoleh dukungan sosial yang kuat.
Pada akhirnya, membangun bangsa yang kuat bukan hanya persoalan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga soal kualitas kesadaran publik yang menopangnya. Pers yang sehat membangun ruang informasi yang jernih, pendidikan yang berkualitas membentuk manusia yang cerdas dan berintegritas, dan dari sinergi keduanya lahir fondasi kedaulatan ekonomi yang lebih kokoh. Jika ketiga pilar ini terus dijaga dan diperkuat secara konsisten, harapan menghadirkan bangsa yang tangguh dan berdaulat bukan sekadar wacana, melainkan arah yang semakin nyata untuk diwujudkan.
Tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” pada akhirnya menemukan makna yang lebih utuh ketika diletakkan bersama agenda penguatan pendidikan nasional. Pers menjaga kejernihan informasi, pendidikan menyiapkan kualitas manusianya, dan stabilitas ekonomi memberikan ruang bagi produktivitas nasional untuk tumbuh berkelanjutan. Ketika ketiga elemen ini berjalan selaras, bangsa tidak hanya mampu bertahan menghadapi tekanan global, tetapi juga memiliki fondasi kuat untuk melangkah lebih percaya diri menuju masa depan. (*)
* Dekan Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi












