Soal Ponpes Serambi Makkah Muaro Jambi, Begini Ceritanya

  • Whatsapp
Ponpes Serambi Makkah Muaro Jambi. Foto: Uda/Jambiseru.com
Ponpes Serambi Makkah Muaro Jambi. Foto: Uda/Jambiseru.com

Soal Ponpes Serambi Makkah Muaro Jambi, Begini Ceritanya

Jambi – Pimpinan Pondok Pesantren Serambi Makkah Muaro Jambi, Maskun Hadi angkat bicara soal santri tidak diliburkan di darurat corona ini.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Hati-hati, Daerah di Telanaipura Ini Rawan Penjambretan

Abi Maskun menjelaskan bahwa, sampai saat ini kodisi di Sungai Bahar pada umumnya Muaro Jambi masih sngat relatif aman dan kondusif dari paparan Covid-19.

Bahkan, berdasarkan himbauan Kemenag Provinsi Jambi bahwa, bagi pesantren yang merasa tidak bisa menjalankan SOP kesehatan, dianjurkan untuk meliburkan santri-santrinya.

“Bedasarkan Ijtihad para pengurus pondok dan usulan serta permintaaan dari para wali santri agar anak mereka tetap berada di pondok. Karena memang, kalau anaknya diliburkan terlalu lama, malah muncul kekhawatiran mereka tidak bisa menjaga anaknya selama di rumah,” kata Abi Maskun, kepada Biru (Jambiseru.com), Selasa (14/4/2020).

Dijelaskan Abi Maskun, untuk saat ini pihaknya pun juga melarang wali santri untuk berkunjung ke Pondok Pesantren tersebut. Bahkan, anak yang ada di Ponpes itu berjumlah 500.

“Untuk wali santri tidak boleh berkunjung. Guru-guru keluar tidak berkepentingan juga tidak boleh. Jadi memang meski mereka tetap belajar, Ponpes sudah kita sterilkan,” ujarnya.

“Mau masuk Ponpes pun kita juga pakai cek suhu tubuh,” jelasnya.

Maskun turut menyampaikan bahwa, para santri nantinya akan diliburkan jelang bulan Suci Ramadhan.

“Sehari sebelum puasa sudah kita liburkan. Tanggal 22 April 2020 itu untuk yang laki-laki dipulangkan. Dan tanggal 23 April 2020 yang perempuan. Kita juga sudah meminta bantuan kepada pihak kepolisian atas kepulangan santri ini,” sebutnya.

Lebih lanjut, libur santri ini nantinya sampai hari Raya Idhul Fitri selesai.

“Jika usai lebaran masih corona. Kita akan perpanjang liburnya sampai bulan Juli. Jika masih juga di bulan Juli, kita akan ambil kebijakan terbaru,” sebutnya lagi.

Selain itu, Abi Maskun juga menyatakan bahwa, salah satu santri yang dikabarkan TBC itu, sampai saat ini hasilnya belum keluar.

“Dari rumah sakit hasilnya belum keluar. Kami masih menunggu uji lab keluar. Santri itu hanya mengalami batuk-batuk saja,” sebutnya.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Provinsi Jambi (FKPP), Buya Margutin Almanshuri S.Pd.I, menyebutkan bahwan, kebijakan libur atau tidaknya pondok pesantren itu kembali kepada Ijtihad para pimpinan pondok itu sendiri.

Akan tetapi, bagi pesantren yang santrinya ada yang berulang ditekankan untuk diliburkan, karena khawatir santri yang di dalam terpapar Covid- 19.

Lalu, bagi yang belum meliburkan santrinya, mereka mesti menjalankan SOP kesehatan yg sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga : Tungkal Siaga! 32 Warga Terdata Kontak dengan Pasien 05 Corona Jambi

“Dan juga diharapkan selalu mendoakan agar bangsa ini segera terlepas dari segala macam wabah dan penyakit. Karena saat ini santri-santrilah yang menjadi gardah terakhir yang selalu kita harapkan do’a dan munajatnya untuk negeri,” kata Buya Margutin.

“Tapi, yakinlah bahwa, santri-santri yang masih di pondok saat ini sangat aman sekali. Karena mereka di dalam dan memang lockdown total, sehingga tidak ada interaksi dengan orang dari luar pondok,” tutupnya. (uda)

Pos terkait