Kisah Mahasiswi-mahasiswi yang Terpaksa Bertahan di Jambi Meski Corona Mengancam

  • Whatsapp
Salah satu indekos putri di Kota Jambi
Salah satu indekos putri di Kota Jambi

Kisah Mahasiswi-mahasiswi yang Terpaksa Bertahan di Jambi Meski Corona Mengancam

Jambi – Perkuliahan dilakukan secara online sejak wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) melanda. Sebagian mahasiswa/i memilih pulang kampung, sebagian lagi terpaksa bertahan di Jambi meski virus mematikan itu mengancam.

Bacaan Lainnya

Penelusuran Biru (Jambiseru.com), Rabu (15/4/2020), beberapa mahasiswi masih bertahan di indekos-nya. Mereka  menjalani kuliah online dan aktivitas sehari-hari di tengah deretan kost yang sepi, kawasan Kebun Kopi, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu, Sari (21), memilih bertahan di Kota Jambi karena di kampungnya tidak ada sinyal. Karena tak ada sinyal, tentu perkuliahan online yang dilaksanakan kampus akan terganggu.

“Di dusun dak ado sinyal, jadi mau dak mau tetap di Jambi supayo tetap bisu ikut perkuliahan,” ungkap Sari ditemui Biru di indekos-nya, RT 12 Kelurahan Kenali Asam Atas, Kota Baru.

Keadaan ini membuat ia sedih. Apalagi orang tuanya di kampung, salah satu desa di Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, sedang mengalami kesulitan ekonomi sehingga mereka mulai berat membiayai perkuliahannya.

“Getah hargonyo turun, sawit jugo turun, nak hemat-hemat sen kini ko,” ungkap Sari, lagi.

Sari seorang mahasiswi Jambi yang terpaksa bertahan di Kota Jambi. meski wabah corona melanda
Sari seorang mahasiswi Jambi yang terpaksa bertahan di Kota Jambi. meski wabah corona melanda

Tak hanya dirinya, orang tua yang di dusun juga mengkhawatirkan dirinya. Setiap dua hari sekali, ayahnya menelepon menanyakan kesehatan Sari.

“Terus kalau dak penting nian dak usah ke mano-mano, tunak lah di kontrakan. Virus Corona lah nyebar di Jambi tu,” tutur Sari menirukan pesan ayahnya.

Pemilik akun instagram @indahsari_ib berharap wabah covid-19 ini bisa segera berakhir. Ia rindu kehidupan normal dan suasana kampus seperti sebelum wabah corona menyerang.

Terpisah, Ayu (21), mahasiswa jurusan keperawatan di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Jambi, mengakui hal yang sama.

Ia terpaksa bertahan di Kota Jambi karena di kampungnya, sinyal operator seluler tidak bagus. Selain itu, listrik seringkali byar pet.

Sehingga, kondisi itu membuat ia tak ada pilihan lain selain bertahan di Kota Jambi demi menjalani perkuliahan online.

Meski tinggal di rumah kakaknya di kawasan Kota Baru, Kota Jambi, Ayu yang asal Musi Banyuasin, Palembang, ini mengaku rindu kampung dan kedua orang tuanya.

Orang tuanya yang sehari-hari berprofesi sebagai petani karet itu, setiap pagi menghubunginya dan menanyakan kondisi kesehatannya saat ini.

Ia rindu kampung. Tetapi, niat itu terpaksa disingkirkannya.

“Keluar bae takut, apo lagi nak balik kampung. Ngeri tengah jalan gek tertular Corona, bukanyo sampe rumah, gek malah masuk isolasi,” tutup Ayu, lirih.(cr01)

Baca Juga :

Dewan Sungai Penuh Alihkan Dana Perjalanan Dinas Demi Corona

Jambi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungai Penuh, mengalihkan anggaran perjalanan dinas untuk penanganan Virus Corona (COVID-19).

“Nilai total anggaran perjalanan dinas di DPRD yang kami sepakati untuk dialihkan pada penanganan COVID -19 ini sebesar Rp1.5 miliar,” kata Ketua DPRD Sungai Penuh, Fajran di ruang kerjanya, Rabu (15/04/2020).

Menurutnya, ini merupakan bentuk komitmen para wakil rakyat di DPRD Sungai Penuh, pengalihan anggaran perjalanan dinas itu juga sebagai bentuk dukungan terhadap program gerakan tinggal di rumah yang dianjurkan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.(Baca Selengkapnya)

Jenguk Anak ke RSUD, Warga Merangin Jadi PDP

Jambi – Pasie dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi hari ini, Rabu (15/4/2020) bertambah satu orang.

“Jadi, satu PDP di Merangin itu merupakan orang tua dari anak-anak usia 8 tahun. Kini, orang tua itu sudah dirawat di RSUD Kol Adbundjani Bangko bersamaan dengan anak-anaknya,” kata Jubir gugus tugas pencegahan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah.

Dikatakan Johan, meski PDP di Merangin alami kenaikan. Namun, untuk orang dalam pemantauan (ODP) alami penurunan.(Baca Selengkapnya)

Minimalisir Dampak Corona, Bupati Batanghari Minta Bank Tangguhkan Pinjaman

Jambi – Bupati Batanghari Ir. Syahirsah,Sy kembali akan berencana memberikan bantuan keringanan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Non-ASN yaitu berupa penangguhan Pemotongan Pinjaman Bank bagi para ASN dan non ASN.Hal ini dilakukan karena ASN sendiri tentunya terkena dampak perekonomian dari adanya wabah Covid 19 ini.

“Dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tetap bisa terpenuhi, Pemkab Batang Hari mengajukan permohonan kepada beberapa Pimpinan Bank yaitu Bank Jambi, Bank BNI, Bank Mandiri dan Mandiri Syariah untuk memberikan penangguhan pemotongn pinjaman selama tiga bulan yakni pada bulan April,Mei dan Juni kepada para nasabahnya,” ungkap Bupati Batanghari Ir. Syahirsah,Sy, Rabu (15/4/2020). (Baca Selengkapnya)

Pos terkait