Ekslusif! Pengakuan Pasien 01 Positif Covid-19 Jambi: “Saya Dipulangkan”

  • Whatsapp
RSUD Raden Mataher
RSUD Raden Mataher. Foto: Yogi/Jambiseru.com

Ekslusif! Pengakuan Pasien 01 Positif Covid-19 Jambi: “Saya Dipulangkan”

Jambi – Heboh akibat kepulangannya dari RSUD Raden Mattaher (RSRM) Jambi, pasien 01 positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), angkat bicara. Dihubungi via ponselnya, dia mengaku pulang setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang merawatnya.

Saat ditelepon Biru (Jambiseru), Selasa (7/4/2020) malam, pasien 01 Covid-19 Jambi itu mewanti-wanti agar identitasnya tak disebutkan di media.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Heboh Pasien Positif Corona di Jambi Dipulangkan, Eh, Dijemput Lagi

Dijelaskan, pada Minggu (5/4/2020), ia sudah diambel sampel untuk diuji swab. Namun hasil lab baru keluar seminggu ke depan.

“Tadi siang dokter spesialis kontrol ke sini, memang sayo selama seminggu ni merasa sudah semakin sehatlah. Batuk idak, sesak nafas pun idak,” tutur yang bersangkutan via ponsel maupun pesan Whatsapp.

Menurutnya, selama perawatan, dirinya selalu dironsen tiap hari. Namun saat sebelum kepulangannya dari RSRM Jambi, ronsen tidak lagi dilakukan, infus sudah dilepas, bahkan dokter paru menyatakan bahwa dirinya sudah sehat secara klinis.

Baca Juga : Beredar Kabar Pasien 01 Covid-19 Sudah di Tebo, Johansyah : Masih di Jambi

“(Hasil) ronsen bagus, semuanya bagus, dokter juga bilang ‘Bapak tadi sudah kami rapat dengan kawan-kawan. Bapak Silakan pulang untuk diisolasi saja di rumah, karena nanti Bapak tambah stress di sini. (Pulang) sambil nunggu itu (hasil lab, red)’,” jelas pasien 01 Covid-19 Jambi tersebut.

Sebelum pulang, bahkan ia sempat bertanya ke dokter, apakah kepulangannya nanti akan menimbulkan masalah?

“Saya sempat ngomong apakah kepulangan saya tidak akan membawa penyakit dan masalah nantinya. Dijawab dokter, ‘kalau nunggu di sini (RSRM, red) Bapak tambah stress nanti, karena bapak secara klinis sudah sembuh’.Sayo ikutin semua prosedur, dan pihak rumah sakit yang nelepon istri saya untuk menjemput saya pulang. Karena ditelepon, istri sayo-pun datang menjemput,” lanjutnya.

Baca Juga : Bupati Sukandar Tegaskan Pasien Positif 01 Tak Pulang Ke Tebo

Tetapi, ketika dia dan isteri baru akan keluar dari RSRM Jambi, tiba-tiba ada telepon dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Disebutkan bahwa sesuai standar operasional prosedur (SOP), dia belum boleh pulang.

“Kareno Sayo sudah siap-siap mau pulang, isteri saya bilang ‘bisa tidak pulang dan isolasi saja mandiri saja di rumah sambil nunggu hasil testnya’. Tadi setengah hari Sayo di kamar bae, dak ke mano-mano, akhirnya Sayo diizinkan pulang setelah buat surat pernyataan pulang atas permintaan sendiri,” tuturnya, lagi.
Setelah sampai di rumah, ia mengaku kooperatif ketika dijemput lagi oleh tim medis untuk kembali dirawat ke RSRM Jambi sekitar pukul 21.00 WIB.

“Sekarang Sayo sudah di rumah sakit lagi. Sekarang ni yang jadi beban pikiran Sayo melibatkan isteri dan anak Sayo. Sayo mohon masyarakat untuk tidak mendiskriminasi keluarga sayo,” curhatnya kepada Jambiseru.com via telepon.

Baca Juga : Pasien Positif Corona di Jambi yang Pulang Kini Sudah di RSUD

Tak hanya itu, ia berharap isteri dan anaknya jangan digabungkan dengan orang-orang positif sewaktu karantina nanti.

“Isteri saya sebelum ada kejelasan statusnya, Sayo minta jangan sampai dicampur dengan pasien lain. Karena isteri saya sehat dan hasil rapid test-nya negatif. Sebab kalau dicampur nanti malah bisa tertular, karena dokter yang mengecek pasien datang dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sedangkan pasien tidak. Jadi saya minta isteri saya diisolasi mandiri tidak dicampur dengan pasien yang positif,” tutupnya. (tim)

Pos terkait