Mulai Lansia Hingga Siswa PAUD Bisa Dapat BLT Rp 3 Juta, Ini Cara Daftarnya

  • Whatsapp
1.234 UMKM di Batanghari
Ilustrasi. (ist)

Jambiseru.com – Tahun 2021 ini, pemerintah kembali berkomitmen untuk kembali memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat Indonesia. Untuk tahun ini, kriteria penerima bertambah. Mulai Lansia hingga siswa PAUD bisa dapat BLT.

Berita Jambiseru[dot]com LainnyaPolisi Temukan Kayu Ilegal Mengapung di Aliran Sungai Kumpeh-Muaro Jambi

Beberapa kriteria yang bisa dapat BLT tersebut yaitu masyarakat kurang mampu, anak usia dini, ibu hamil, pelajar, penyandang disabilitas, hingga lansia. Kelompok ini dipastikan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Seperti tercantum dalam akun resmi Kementerian Sosial di Instagram, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) juga meliputi anak usai dini sebagai penerima bansos. Golongannya mulai dari anak 0 sampai 6 tahun. Mereka sudah bisa mendapatkan BLT. Tapi untuk satu keluarga hanya dibatasi sebanyak 2 anak saja.

Untuk golongan anak-anak ini, jumlah bantuan yang akan diterima sebesar Rp 3 juta. Bantuan ini nantinya akan diberikan secara bertahap selama 4 kali penyaluran. Pemberiannya dilakukan pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober.

Proses penyalurannya akan dilakukan melalui bank BUMN, seperti Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat  Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Lalu BLT sebesar Rp 3 juta ini juga akan diberikan kepada ibu hamil yang masuk dapat PKH. Kemudian juga kepada penyandang disabilitas berat. Untuk penyandang disabilitas ini akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta. Sedangkan untuk lansia dengan umur 70 tahun keatas, akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta.

Bantuan juga akan dikucurkan untuk para pelajar SD/MI/sederajat. Untuk golongan ini akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 900 ribu. Sedangkan untuk tingkat SMP/MTs/ sederajat, akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,5 juta. Kemudian untuk golongan SMA/MA/sederajat akan menerima bantuan sebesar Rp 2 juta.

Jika dalam satu keluarga terdapat ibu hamil, pelajar, lansia atau disabilitas, maka bantuan dibatasi maksimal 4 orang dalam satu keluarga. Jika dalam satu keluarga ada banyak anak dengan kategori usia berbeda, maka yang didahulukan anak usia dini.

Pembatasan bantuan tercantum dalam Surat Keputusan Direktur Jaminan Sosial Keluarga tentang Indeks Bantuan Sosial.

Jadi untuk pembatasan penerima tersebut, yaitu Ibu hamil/nifas dibatasi maksimal kehamilan kedua di dalam keluarga PKH. Lalu anak usia dini sebanyak-banyaknya 2 anak di dalam keluarga PKH. Untuk anak usia sekolah SD/sederajat sebanyak-banyaknya 1 anak dalam keluarga PKH. Kemudian anak usia sekolah SMP/sederajat sebanyak-banyaknya 1 anak di dalam keluarga PKH dan anak usia sekolah SMA/sederajat sebanyak-banyaknya 1 anak di dalam keluarga PKH.

Sementara untuk lansia dengan umur diatas 70 tahun ke atas, sebanyak-banyaknya 1 orang di dalam keluarga PKH. Kemudian untuk penyandang disabilitas berat sebanyak-banyaknya 1 orang di dalam keluarga PKH.

Lalu bagaimana cara daftarnya?

Agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan tersebut, mereka wajib memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Jika ada masyarakat yang belum memiliki KPS, mereka bisa segera mengajukan permohonan kepada RT/RW lalu disampaikan ke kelurahan.

Berita Jambiseru[dot]com LainnyaKapolres Merangin Bakal Sikat Oknum Polisi yang Terlibat PETI

Jika nantinya dikategorikan layak mendapatkan dana bantuan, maka Kepala Desa akan melaporkan ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan.

Setelah prosedur tersebut terpenuhi, bisa menerima kartu PKH dan mengambil haknya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. (tra)

Sumber : kumparan.com

Pos terkait