Baliho “Tangismu Tangisku” Puan Maharani di Tempat Pengungsian Menuai Kritikan

Baliho Tangismu Tangisku Puan Maharani
Baliho Puan Maharani. (Ist)

Jambiseru.com – Aksi pemasangan baliho “Tangismu Tangsiku” Puan Maharani di tempat pengungsian, menuai kritikan pedas. Banyak netizen yang mengkritik bertebarannya baliho di tempat pengungsian korban erupsi Gunung Semeru.

Awal baliho “Tangismu Tangisku” Puan Maharani menuai kritikan, usai video baliho tersebut dibagikan akun Instagram @christian_joshuapale. Dalam postinganya, ia menunjukkan baliho Puan Maharani berdiri di depan pengungsian korban terdampak erupsi Gunung Semeru.

Baca juga di Jambiseru.com – Jambi Seru :
Pesawat Dunia Metaverse Segera Diciptakan Boeing

Bacaan Lainnya

“Ini pengungsian korban erupsi Semeru, dan ada satu yang menyakitkan hati. Ya Allah kenapa juga balihonya panjang-panjang sebanyak ini,” ujar pria di balik video.

“Di mana tim kader-kadernya pas evakuasi di titik hitamnya, enggak ada bu enggak ada,” imbuhnya.
Tak hanya satu, baliho yang terpasang ada beberapa di sepanjang jalan menuju tempat pengungsian.

“Persis banget di daerah ini, di posko pengungsian, ini maksudnya apa Ya Allah,” imbuhnya.
Tak Lagi Kepak Sayap

Sebelumnya pemasangan baliho besar dengan gambar Puan Maharani memang sempat menjadi perbincangan publik.
Baliho-baliho Puan yang bertuliskan Kepak Sayap Kebhinakeaan, sebelumnya banyak berdiri di jalan raya mulai dari kota hingga desa.

Kini di depan tempat pengungsian, tim Puan Maharani menempelkan baliho dengan tulisan yang berbeda.
Baliho tersebut menampilkan Puan yang tersenyum dengan mengenakan kebaya putih dan kerudung merah. Backgorund fotonya adalah korban terdampak erupsi Gunung Semeru.

Tulisannya kini bukan kepak sayap lagi, berikut tulisan di baliho Puan:

“Tangismu, Tangisku, Ceriamu, Ceriaku, Saatnya Bangkit Menatap masa Depan”.

“Menurut kalian bijak enggak sih pasang baliho segede gaban sepanjang jalan menuju tempat pengungsian? Aku pribadi kok miris ya liatnya,” tulis akun @christian_joshuapale.
Respons Publik

Unggahan tersebut tentu membuat banyak publik miris, melalui kolom komentar banyak warganet yang merespons baliho Puan tersebut.

“Enggak ngerti si niatnya apa bikin baliho banyak, yang dibutuhin para korban bencana kan bukan baliho,” komentar warganet.

“Miris, udah biasa itu nyai ditempat bencana selalu rame numpang beken, apalagi sekarang menjelang pemilu. Dulu merapi juga gitu, gempa lombok agak-agak begitu tapi minimal spanduk partai selalu ada,” imbuh warganet lain.

“Rasanya duit buat cetak sama pasang baliho lebih baik buat nyumbang masyarakat yang kena musibah,” tulis warganet.

Pos terkait