Ketegangan Memuncak, IAEA Pastikan Inspeksi Fasilitas Nuklir Iran Tetap Dilakukan

Ketegangan Memuncak, IAEA Pastikan Inspeksi Fasilitas Nuklir Iran Tetap Dilakukan
Ketegangan Memuncak, IAEA Pastikan Inspeksi Fasilitas Nuklir Iran Tetap Dilakukan.Foto: Antaranews.com

ISTANBUL, Jambiseru.comDirektur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi memastikan inspeksi nuklir di fasilitas pengayaan uranium Iran akan tetap dilanjutkan, meskipun ada keberatan dari pihak Teheran, menurut laporan Euronews, Rabu.

Grossi menolak bantahan Iran terkait persetujuan inspeksi nuklir, yang termuat dalam nota kesepahaman dengan AS, saat berbicara di konferensi pers Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi di Jepang.

Perjanjian tersebut secara eksplisit menyatakan kegiatan nuklir yang akan dilakukan terkait fasilitas material nuklir akan diawasi oleh IAEA sepenuhnya, kata Grossi kepada para wartawan.

“Tentu saja, untuk itu, kami harus melakukan inspeksi. Apakah inspeksi dilakukan dalam dua hari, satu pekan, atau 10 hari ke depan memang penting, tetapi bukan hal yang esensial. Inspeksi tersebut akan tetap dilakukan,” tambahnya.

Sebelumnya pada Selasa (23/6), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Iran akan mengizinkan inspektur nuklir masuk ke negara tersebut meskipun Teheran membantah dengan mengatakan bahwa para inspektur akan berada di lapangan pada waktu yang tepat.

Trump pun membantah klaim Iran bahwa tidak ada kunjungan terjadwal bagi para inspektur IAEA, meskipun Wakil Presiden AS J.D. Vance telah mengumumkan bahwa Iran setuju mengizinkan inspektur nuklir tersebut kembali ke negara itu.

AS dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman secara daring pekan lalu, meluncurkan jendela negosiasi 60 hari untuk menyelesaikan perselisihan, termasuk nasib persediaan uranium yang diperkaya Iran, program nuklir, dan masalah-masalah lain yang belum terselesaikan.

Dokumen berisi 14 poin tersebut menyerukan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini—termasuk Lebanon—, pencabutan blokade angkatan laut terhadap Iran, serta jalur aman bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz.

Kesepakatan itu juga mencakup rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi untuk Iran senilai minimal 300 miliar dolar AS, pengecualian ekspor minyak, pelepasan aset Iran yang dibekukan, serta penegasan kembali oleh Teheran bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir. (fok)

Sumber: Antaranews.com

Pos terkait