Dampak Lingkungan Akibat Operasional Stockpile Pasir CV Lintas Makmur Sejahtera di Desa Penyengat Olak

operasional stockpile pasir cv lintas makmur sejahtera di desa penyengat olak
Operasional Stockpile Pasir CV Lintas Makmur Sejahtera di Desa Penyengat Olak. Foto : Citra Satelit Google

Muaro Jambi, Jambiseru.com – Keberadaan stockpile pasir milik CV Lintas Makmur Sejahtera di RT 03 Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, menimbulkan berbagai dampak lingkungan yang serius bagi warga sekitar. Berdasarkan dokumen kronologi yang dihimpun Kelompok Warga Masyarakat Desa Penyengat Olak, berikut adalah dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat.

Pencemaran Udara Akibat Debu dan Pasir

capture

Salah satu dampak lingkungan yang paling terasa adalah pencemaran udara akibat debu dan pasir yang berterbangan. Warga melaporkan bahwa pasir berserakan dan menumpuk di sisi kiri dan kanan jalan, menyebabkan debu beterbangan masuk ke rumah-rumah warga. Anak-anak dilaporkan terhirup udara kotor akibat debu dan pasir tersebut. Pedagang pinggir jalan pun ikut terdampak karena dagangan mereka tertutup debu.

whatsapp image 2026 10 07 at 20.43.40

Dokumentasi menunjukkan keluar masuknya truk pengangkut pasir yang membawa material debu dan pasir berterbangan masuk ke rumah dan tempat usaha warga. Foto-foto yang dilampirkan memperlihatkan lantai rumah warga yang dipenuhi pasir, serta sepeda motor yang tertutup debu tebal.

aa

Kerusakan Rumah Akibat Getaran

Getaran yang ditimbulkan oleh alat berat dan aktivitas perusahaan menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan pada rumah-rumah warga. Warga melaporkan:

· Genteng bocor dan pecah – Banyak genteng rumah warga yang pecah, rusak, dan bergeser akibat getaran ekskavator. Dokumentasi menunjukkan genteng yang bergeser di rumah M. Zen dan Umi, serta genteng pecah dan bergeser di rumah Pasangan Iwan dan Mutia.

genteng yang bergeser di rumah m. zen dan umi
Genteng yang bergeser di rumah M. Zen dan Umi

rumah pasangan iwan dan mutia
Rumah Pasangan Iwan dan Mutia

· Dinding rumah retak – Rumah-rumah warga mengalami retak pada dinding, bahkan tiang-tiang penyangga rumah dilaporkan retak. Retakan dinding terdokumentasi di rumah Bapak Tulus, Bapak Juanda, dan rumah Edi pada bagian kamar mandi/toilet.

tulus
Rumah Bapak Tulus

· Tiang rumah retak – Tiang-tiang penyangga rumah warga banyak yang retak akibat getaran yang terus-menerus.
· Kaca rumah pecah – Kaca rumah Bapak Kalamudin dilaporkan pecah akibat getaran.

whatsapp image 2026 10 02 at 14.49.11
Kaca rumah Bapak Kalamudin dilaporkan pecah akibat getaran.

Kerusakan Infrastruktur dan Lingkungan

Selain kerusakan rumah, infrastruktur lingkungan juga mengalami dampak serius:

· Pondasi pagar miring – Pondasi pagar sudah miring ke arah rumah warga.
· Aliran air tergenang – Aliran air di sekitar pemukiman menjadi tergenang akibat aktivitas perusahaan.

air
· Air sumur tercemar – Rembesan air dari balik tembok CV Lintas Makmur Sejahtera mengalir sampai ke perkarangan rumah warga dan masuk ke sumur, menyebabkan air sumur tercemar.
· Pipa patah – Pipa patah akibat geburan air.
· Tanah terbis/longsor – Akibat geburan takbut/kapal, tanah di sekitar pemukiman terbis atau longsor.
· Tembok batas miring – Tembok batas antara perusahaan dan rumah warga mengalami kemiringan.

perbatasan tembok dengan rumah warga bernama raden dori dan ina natalia.
Perbatasan tembok dengan rumah warga Bernama Raden Dori dan Ina Natalia.

Getaran Seperti Gempa

Warga melaporkan merasakan getaran semacam gempa yang masih terus dirasakan hingga saat ini. Getaran ini tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan waktu istirahat warga. Puncak keresahan terjadi pada Selasa, 14 September 2026, sekitar pukul 18.15 WIB, saat seorang warga bernama Juanda sedang melaksanakan salat magrib. Rumahnya bergetar dan salatnya tidak khusyuk karena alat berat di CV Lintas Makmur Sejahtera masih beroperasi.

Alat Elektronik Rusak

Getaran dan kondisi lingkungan yang tidak stabil juga menyebabkan banyak alat elektronik milik warga yang rusak. Hal ini menambah beban ekonomi warga yang harus mengganti peralatan elektronik mereka.

Lokasi di Tengah Pemukiman Padat

stockpile pasir cv lintas makmur sejahtera berada di tengah pemukiman padat penduduk
Stockpile pasir CV Lintas Makmur Sejahtera berada di tengah pemukiman padat penduduk.

Citra satelit Google yang dilampirkan dalam dokumen menunjukkan bahwa stockpile pasir CV Lintas Makmur Sejahtera berada di tengah pemukiman padat penduduk. Area stockpile (ditandai warna merah) berdempetan langsung dengan rumah-rumah warga (ditandai warna hijau). Beberapa rumah warga yang berbatasan langsung dengan perusahaan antara lain milik psangan Iwan dan Mutia, Buhari, Sofia, Raden Dori dan Ina Natalia, Bapak Tulus, M. Zen/Umi, Juanda dan Kalamudin.

sofia
Perbatasan dengan rumah warga Bernama Sofia. Aktifitas alat berat tepat di samping kamarnya.

Dokumentasi menunjukkan perbatasan tembok perusahaan dengan rumah warga yang sangat berdekatan. Bahkan, aktivitas alat berat dilaporkan bekerja tepat di samping kamar warga bernama Sofia. Tumpukan pasir juga terlihat melebihi tinggi rumah panggung warga.

tumpukan pasir
Tumpukan pasir juga terlihat melebihi tinggi rumah panggung warga.

Dampak Tambahan yang Dicatat Warga

Warga juga mencatat berbagai dampak lingkungan tambahan, antara lain:

· Timbunan pasir melebihi atap rumah
· Alat berat bekerja terlalu dekat rumah
· Jalan tidak disiram, hanya di area perusahaan
· Mobil pasir masuk ugal-ugalan
· Pernah terjadi kecelakaan akibat keluar masuk kendaraan
· Jam operasi tidak sesuai
· Waktu adzan masih beraktivitas

picture4

Tuntutan Warga Terkait Dampak Lingkungan

Dalam 13 poin tuntutan yang disampaikan kepada pihak perusahaan, beberapa poin secara khusus menyoroti dampak lingkungan:

1. Poin 2: CV Lintas Makmur Sejahtera berjanji tidak menumpuk pasir sampai melewati pagar
2. Poin 3: Tidak membuang limbah ke sungai
3. Poin 5: Membongkar rumah warga yang rusak akibat aktivitas perusahaan
4. Poin 6: Membatasi jam operasional mulai pukul 08.00 s/d 17.00 WIB
5. Poin 7: Alat berat beraktivitas di pinggiran sungai batang hari
6. Poin 8: Menjaga keamanan saat aktivitas jam kerja
7. Poin 9: Tidak beraktivitas pada saat warga sedang melangsungkan hajatan dengan jarak 300 meter dari pusal pelabuhan

Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum menunjukkan itikad baik untuk memenuhi tuntutan tersebut. Perusahaan bahkan kembali beroperasi pada Senin, 21 September 2026 tanpa dialog terlebih dahulu dengan warga.

picture5

Harapan Warga

Warga Desa Penyengat Olak berharap pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan kajian ulang terhadap kelayakan operasional perusahaan di tengah pemukiman padat penduduk. Mereka menuntut hak atas lingkungan yang bersih dan sehat, jauh dari kebisingan alat berat, debu yang membawa penyakit, serta getaran yang merusak rumah-rumah yang sudah puluhan tahun mereka tempati.

Pos terkait