China ke Iran: Segera Atasi Gejolak di Negaranya

China ke Iran: Segera Atasi Gejoolak di Negaranya
China ke Iran: Segera Atasi Gejoolak di Negaranya.Foto: Antaranews.com

Jambiseru.com – Pemerintah China berharap pemerintah Iran dapat segera mengatasi gejolak di negaranya dan sekaligus menentang adanya campur tangan pihak lain di Iran.

“China berharap pemerintah dan rakyat Iran dapat mengatasi kesulitan saat ini dan menjaga stabilitas negaranya. Kami juga selalu menentang campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (12/1).

Aksi protes besar terjadi di Iran sejak akhir Desember 2025 akibat merosotnya nilai mata uang lokal. Para demonstran menyoroti fluktuasi tajam kurs rial dan dampaknya terhadap harga grosir dan eceran. Iran saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berat dengan tingkat inflasi tinggi yaitu mencapai 38,9 persen.

Di sejumlah kota, aksi protes meningkat menjadi bentrokan dengan polisi dan diiringi seruan untuk menentang sistem politik yang berlaku. Suasana protes memanash hingga menyebabkan 65 orang meninggal dunia akibat protes menurut laporan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA) hingga Sabtu (10/1).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (10/1) pun mengatakan bahwa AS “siap membantu” sehubungan dengan situasi di Iran, seraya mengeklaim bahwa Iran “sedang menyongsong kebebasan”, kembali menyampaikan ancamannya terhadap negara Timur Tengah tersebut.

“Iran sedang menyongsong KEBEBASAN, mungkin dalam level yang belum pernah dicapai sebelumnya. AS siap membantu!!!” ungkap Trump dalam unggahannya di Truth Social.

“China menganjurkan agar kedaulatan dan keamanan semua negara harus dilindungi sepenuhnya oleh hukum internasional, dan menentang penggunaan atau ancaman kekerasan dalam hubungan internasional. Kami menyerukan semua pihak untuk bertindak dengan cara yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah,” tambah Mao Ning.

Mao Ning menegaskan China menentang penggunaan kekerasan atau ancaman penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional. Ia juga menyebut China memantau dengan cermat situasi di Iran.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan mengenai korban warga China di negara tersebut. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk melindungi keselamatan warga negara China di Iran,” tambah Mao Ning.

Ia juga mengingatkan warga negara China di sana untuk mengikuti perkembangan situasi keamanan setempat, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan diri mereka sendiri.

“Warga negara China yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Kedutaan Besar Tiongkok di Iran atau menghubungi ‘hotline’ layanan konsuler,” ungkap Mao Ning.

Trump dan sejumlah pejabat senior AS lainnya diberitakan telah berulang kali memperingatkan bahwa Washington akan bertindak jika Iran “membunuh para pengunjuk rasa damai”.

Mengutip sejumlah pejabat senior AS, The New York Times (NYT) melaporkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan secara serius opsi serangan tersebut tetapi belum mengambil keputusan final. Opsi yang disampaikan kepada Trump mencakup serangan terhadap target non-militer di ibu kota Iran, Teheran.

HRANA melaporkan bahwa puluhan orang mengalami luka-luka dan 2.311 orang ditahan. Aksi protes disebut masih berlangsung di sekitar 180 kota di seluruh 31 provinsi di negara Timur Tengah tersebut.

Selain itu terjadi juga pembatasan konektivitas internet dimnaa internet tidak bisa diakses di Teheran selama lebih dari 70 jam. Layanan seluler beroperasi terbatas pada siang hari dan sepenuhnya dihentikan pada malam hari, sementara layanan pesan singkat juga ditangguhkan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada Jumat (9/1) meminta rakyat Iran untuk menjaga persatuan, serta mengatakan sejumlah demonstran mencoba menyenangkan AS. Khamenei meminta pemimpin AS untuk fokus pada masalah di negaranya sendiri karena Iran tidak akan mundur dalam menghadapi para penyabot.

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (12/1) menyatakan bahwa para demonstran menerima perintah dari luar negeri untuk melepaskan tembakan ke arah warga sipil dan polisi. (uda)

Sumber: Antaranews.com

Pos terkait