Skandal Gerebek PSK, Andre Akui Pemesan Kamar 606 Ajudannya: Kita Mau Tes

prostitusi-online
Ilustrasi Prostitusi online (Suara.com)

“Ya, Bimo itu memang memesan, membayar kamar. Itu kan kita ingin membuktikan. Tapi sekali lagi bukan Andre Rosiade yang memesan,” kata dia.

Andre lantas menolak disebut sebagai “otak” yang merencakan penggerebekan, meskipun dia tidak menampik, orang yang memesan kamar 606—tempat terjadinya penggerebekan—adalah ajudannya sendiri.

Loh, kita mendengarkan aspirasi masyarakat. Rakyat menyampaikan bahwasanya ini ada praktik maksiat. Nah, kita ingin buktikan, kita sampaikan ke pak polisi, kata pak polisi ‘ayo kita buktikan,’ ya sudah,” tukasnya.

Dia menambahkan, “Untuk membuktikan kan kita harus mengundang (dalam tanda kutip) kan harus membuktikan. Kita tes dong dan itu kan polisi mengetahui. Coba saya tanya semuanya yang ditangkap itu gak ada proses? Gitu loh.”

Aksi Andre yang terlibat dalam penggerebekan aktivitas prostitusi di salah satu hotel di Padang, Sumatra Barat memantik “diskusi” panas di banyak kalangan.

Berlalu sepekan sejak keterlibatannya dalam penggerebekan, pendapat publik terbelah, pro dan kontra.

Selain itu, pertanyaan soal siapa “otak” pemesan kamar 606 itu juga masih menggelayut di pikiran publik.

Atas hal itu, Andre kembali menegaskan, bukan dia yang memesan kamar untuk “misi drama pembersihan” kota Padang dari prostitusi via aplikasi MiChat.

Pos terkait