Melintasi Jembatan Lapuk, Wanita 38 Tahun Hanyut di Sungai Batang Merangin

wanita 38 tahun hanyut
Jembatan yang dilalui korban.Foto: Edo/Jambiseru.com

JAMBISERU.COM – Nasib nahas dialami oleh Halifah, warga Desa Kungkai, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin. Karena kurang hati-hati saat melintasi jembatan yang sudah lapuk, wanita 38 tahun ini terperosok dan hanyut di Sungai Batang Merangin.

Berdasarkan Informasi yang diperoleh Biru (Jambiseru.com), saat kejadian Halifah hendak menyeberangi sungai dengan melewati jembatan tersebut. Setelah sebelumnya ia mencuci pakaian dan peralatan di seberang tempat tinggalnya. Namun nagas, saat ini bermaksud kembali menjemput sisa cuciannya korban terinjak papan lantai jembatan yang sudah lapuk. Ia pun langsung terjatuh dari jembatan masuk ke dalam Sungai Batang Merangin.

Karena arus sungai yang deras, Halifah langsung terseret arus hingga sejauh 500 meter. Ia berhasil menepi setelah beberapa orang warga menyelamatkannya menggunakan biduk atau perahu sampan.

“Kejadiannyo Jam setengah 11 siang. Sayo keseberang untuk nyuci ke Sungai Pang, karena air merangin dalam dan keruh. Sekitar jam 1 siang sayo balik dan terinjak papan yang lapuk, langsung sayo terjun bebas,” beber Halifah menceritakan kejadian tersebut.

Menurut Halifah, saat tercebur ke dalam sungai, ia sudah berupaya untuk berenang. Tapi karena debit sungai sedang tinggi, dan arus airnya cukup deras, membuat ia tak bisa menepi.

“Sudah itu sayo cubo berenang namun air sungai sangat dalam waktu itu, sayo teriak minta tolong, akhirnyo ado yang dengar dan nyelamatkan sayo pakai biduk namonyo Dikut, kalo dakdo biduk mati nianlah,” terangnya.

Diungkapkan Halifah, sebenarnya kejadian seperti ini tidak hanya menimpa dirinya saja. Karena sebelumnya, sudah dua kali ada warga yang tercebur ke dalam sungai, akibat menginjak papan jembatan yang lapuk.

“Sebelum sayo ado jugo yang jatuh, sampai kini sayo dak berani lagi lewat jerambah itu,” tukasnya.
Kejadian itu dibenarkan Aan, Ketua BPD setempat, kata dia, kemungkinan jembatan itu lapuk dan banyaknya lantai yang bolong.

“Iyo, kejadian itu pada selasa 12 Januari lalu, sempat hanyut dan terseret arus sejauh ratusan meter namun diselamatkan Dikut warga setempat yang melihat kejadian itu dengan menggunakan perahu,” ungkap Ketua BPD kungkai. Jum’at (29/1/2021)

Dikatakan Aan, masih untung korban bisa diselamatkan, dan hanya saja sedikit shock. Dengan adanya kejadian ini, ia berharap pemerintah daerah mau meninjau kondisi jembatan gantung itu.

“Semoga pemerintah daerah mau meninjau kondisi jembatan gantung itu, agar nantinya tidak terjadi lagi korban berikutnya,” tandasnya. (Edo)

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Beruang Masuk Kampung dan Mangsa Ternak, Warga di Merangin Cemas

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Wabup dan Sekda Kerinci Olahraga Bersama Forkopimda di Desa Sebukar

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Pulau Lantigiang Selayar Dijual Orang, Polisi Turun Tangan

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Korupsi Dana Desa, Kades di Kerinci Didakwa Rugikan Negara 750 Juta Lebih

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Sedang Bongkar Muat Barang, Mobil Truk di Kerinci Terguling

Jambi Berita Terkini, Indonesia Terbaru, dan entertainment film yang tayang di web Jambiseru.com, juga tayang di medsos Jambi Seru.

Pos terkait

hut rihut tanjabarbanner pln