MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Desa Penyengat Olak tengah berada dalam situasi yang mencekam. Bencana yang melanda desa tersebut, yang diduga kuat dipicu oleh aktivitas perusahaan di wilayah setempat, belum juga menunjukkan tanda-tanda penanganan yang memadai.
Di tengah krisis ini, warga masyarakat desa menyampaikan surat terbuka kepada Kepala Desa, memohon tindakan tegas. Namun, harapan akan respons cepat dari pemerintah desa justru berbenturan dengan kenyataan pahit: Kepala Desa Rutomi dilaporkan telah tiga hari tidak muncul di kantor.
Surat terbuka yang diterima redaksi, Selasa (23/9/2026), mengungkap keprihatinan mendalam warga. Berdasarkan daftar keluhan warga bertanggal 23 September 2026, mereka merasakan sedikitnya 17 poin dampak serius akibat bencana yang terus berlangsung. Mulai dari waktu kerja yang tidak menentu, terganggunya waktu istirahat, anak-anak yang terhirup debu, hingga kerusakan parah pada rumah, fasilitas ibadah, dan infrastruktur jalan.
“Getaran alat berat yang masih terjadi, genteng bocor, tiang rumah retak, keluar masuk kendaraan yang membahayakan, material debu dan pasir yang berserakan,” tulis surat tersebut.
Warga secara jelas menyebutkan bahwa dampak yang mereka rasakan dipicu oleh adanya aktivitas perusahaan yang menimbulkan getaran dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, dalam suratnya, mereka memohon dengan hormat kepada Kepala Desa agar segera mengambil tiga langkah tegas.
Pertama, meminta pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Penyengat Olak untuk menghentikan seluruh aktivitas yang berpotensi menimbulkan getaran, kebisingan, atau dampak lingkungan lainnya, setidaknya sampai situasi dinyatakan aman dan dampak bencana dapat ditangani secara menyeluruh.
Kedua, melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, untuk melakukan kajian ulang terhadap kelayakan operasional perusahaan di tengah kondisi darurat.
Ketiga, mengadakan sosialisasi kepada warga mengenai langkah-langkah penanganan bencana dan rencana penghentian aktivitas perusahaan.
“Kami percaya bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Penghentian aktivitas perusahaan untuk sementara waktu merupakan langkah bijak agar tidak terjadi korban jiwa atau kerusakan yang lebih parah,” tegas warga dalam suratnya.
Kades Tidak Muncul, Sekdes Buka Suara
Surat terbuka ini diterima oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Maliki. Namun, saat dikonfirmasi, Maliki membenarkan bahwa Kepala Desa Rutomi telah tiga hari tidak muncul di kantor.
“Benar, Pak Kades sudah 3 hari tidak muncul di kantor infonya sedang tidak enak badan. Surat dari warga ini sudah saya terima, tetapi untuk tindak lanjutnya saya masih menunggu arahan dari beliau,” ujar Maliki singkat.
Ketiadaan Kepala Desa di tengah situasi darurat ini tentu menambah kekhawatiran warga. Mereka berharap agar pemerintah desa, dalam hal ini Kepala Desa, dapat segera hadir dan mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan warga dan lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepala Desa Rutomi maupun pihak perusahaan terkait. Warga berharap surat terbuka ini tidak hanya menjadi dokumen tanpa tindak lanjut, melainkan menjadi titik balik penanganan bencana di Desa Penyengat Olak. (red)











