JAMBI, Jambiseru.com – Rentetan kecelakaan transportasi dalam kurun waktu tiga bulan menjadi sorotan Anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Jambi, Edi Purwanto. Ia mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh moda transportasi di Indonesia, mulai dari darat, laut, hingga udara.
Edi menilai, kecelakaan yang terus berulang harus menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem keselamatan transportasi nasional. Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui pengawasan dan perbaikan nyata di lapangan.
“Kita di Komisi V sudah berkali-kali menekankan bahwa kita ini sudah darurat transportasi, baik darat, laut, maupun udara,” kata Edi.
Ia menyoroti sejumlah kecelakaan kapal yang terjadi dalam rentang waktu relatif berdekatan. Berdasarkan catatan yang disampaikannya, terdapat empat insiden, yakni pada 15 Juli, 2 Agustus, 12 Agustus, dan 13 September, yang masing-masing melibatkan kapal yang disebutnya KM, Sentosa, Putri Yasmin, dan Virgo.
Rentetan insiden tersebut, menurut Edi, menjadi pukulan bagi dunia transportasi Indonesia. Persoalan keselamatan, kata dia, tidak hanya terjadi pada transportasi laut, tetapi juga perlu mendapat perhatian serius pada moda kereta api dan penerbangan, termasuk pesawat perintis.
“Ini tentu memukul bagi kita semua. Itukah transportasi kita? Ini menjadi momentum untuk melakukan perbaikan menyeluruh,” sebutnya.
Edi menegaskan, kecelakaan transportasi tidak bisa dilihat dari satu faktor saja. Pemeriksaan harus mencakup seluruh aspek yang berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan, mulai dari kelaikan sarana, kinerja operator, hingga kondisi infrastruktur pendukung.
Karena itu, ia meminta Kemenhub tidak sekadar merespons setiap kecelakaan setelah kejadian, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui audit dan evaluasi menyeluruh.
Menurutnya, pemeriksaan yang komprehensif diperlukan untuk mengidentifikasi persoalan mendasar sekaligus memastikan standar keselamatan benar-benar diterapkan oleh seluruh penyelenggara transportasi.
“Tidak bisa hanya melihat satu faktor. Baik dari kelaikan, operatornya, maupun infrastrukturnya, semuanya harus kita perbaiki secara menyeluruh,” kata Edi.
Lebih lanjut, Edi menekankan, pembenahan transportasi nasional harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan lama yang selama ini berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Ia berharap pemerintah menjadikan rentetan kecelakaan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan standar keselamatan, serta memastikan setiap moda transportasi beroperasi sesuai ketentuan.
Bagi Edi, negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat melalui sistem transportasi yang aman dan andal. Upaya tersebut, tegasnya, harus mencakup seluruh moda transportasi, bukan hanya sektor yang sedang menjadi sorotan akibat kecelakaan.
“Intinya, keselamatan rakyat itu menjadi sesuatu yang penting. Negara harus mampu memproteksi dan melindungi rakyat kita dengan perbaikan transportasi di Indonesia, baik darat, udara, maupun laut,” pungkasnya. (uda)











