Kasus Jiwasraya, Demokrat Tantang Ketua KPK Firli Bahuri Turun Tangan

  • Whatsapp
Ketua KPK Firli Bahuri (kedua dari kiri) saat memperkenalkan dua jubir khusus ke awak media. (Suara.com/Welly Hidayat).
Ketua KPK Firli Bahuri (kedua dari kiri) saat memperkenalkan dua jubir khusus ke awak media. (Suara.com/Welly Hidayat).

Kasus Jiwasraya, Demokrat Tantang Ketua KPK Firli Bahuri Turun Tangan

JAMBISERU.COM – Wasekjen Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyarankan agar ketua KPK yang baru, Firli Bahuri untuk turun tangan menyelidiki kasus BUMN Asuransi Jiwasraya yang diduga mengalami kerugian negara.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Jelang Tahun Baru 2020, Kapolres Muaro Jambi Ingatkan Personil Tingkatkan Kewaspadaan

Menurut Didi, selain untuk menyelamatkan Jiwasraya, kasus ini juga bisa menjadi bukti bagi Firli untuk menjawab keraguan masyarakat terhadap dirinya yang baru menjabat Ketua KPK 2019-2023.

“Ini megakorupsi lah dugaan puluhan triliun, di sini lah pak Firli, selama ini orang banyak meragukan. Tetapi saya tidak demikian, pak Firli harus membuktikan. Jangan mengecilkan pak Firli dulu, ini pembuktian di sini kalau KPK berani ini menepis dugaan pak Firli titipan dan sebagainya,” kata Didi Irawadi saat diskusi cross check di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jakarta, dilansir dari laman Suara.com (media partner Jambiseru.com), Minggu (29/12/2019).

Didi mengatakan, dirinya juga meminta lembaga penegak hukum seperti Polri, KPK, dan kejaksaan saling berkoordinasi menyelamatkan Jiwasraya.

“Langkah Menkeu koordinasi dengan kejaksaan usut tuntas, jaksa jangan lama-lama, bila perlu dikeroyok Polri dan KPK. Skandal luar biasa bila menilik ke belakang sejak zaman Belanda. Banyak menolong masyarakat, tapi krisis sekarang, kalau tidak salah 50 juta polis,” katanya.

BACA JUGA : Sakit Hati, Pria Ini Sebar Foto Telanjang Mantan Pacar

Diketahui, Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengakui tidak akan sanggup membayar polis nasabah yang mencapai Rp 12,4 triliun yang jatuh tempo mulai Oktober-Desember 2019 (gagal bayar). Kesulitan keuangan ini disebabkan kesalahan investasi yang dilakukan oleh manajemen lama Jiwasraya. (ndy)

Pos terkait