Kenal di Facebook, Pria Ini Peras Korbannya dengan Video Mesum

  • Whatsapp

JAMBISERU.COM – Polisi membekuk pria pengangguran bernama Wahyu Satrio (26). Warga asal Magelang, Jawa Tengah, itu ditangkap petugas Polsek Mlati pada Sabtu (17/8/2019) lantaran melakukan pemerasan kepada korban berinisial HR, dengan menggunakan rekaman video syur milik korban.

BACA JUGAPaksa Nonton Film Porno, Mantan Napi Narkoba Perkosa Anak Tetangga

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto mengatakan korban dan pelaku awalnya tidak saling mengenal. Aksi pemerasan yang terjadi pada Rabu (14/8/2019) itu bermula ketika korban melihat unggahan milik pelaku di Facebook.

Dalam unggahan tersebut, tersangka mengaku bisa memberikan pinjaman uang tanpa bunga dan bisa mengurus pembuatan ijazah, akta kelahiran dan lain sebagainya.

“Karena tertarik, korban kemudian menghubungi pelaku, namun ditarik biaya admin sehingga korban tidak jadi meminjam dana,” kata Wahyu seperti diberitakan harianjogja.com – jaringan Suara.com (media partner Jambiseru.com), Jumat (23/8/2019).

Kemduian pada Jumat (16/8/2019), korban menghubungi pelaku kembali untuk meminjam dana pribadi pelaku sebesar Rp 2 juta. Hal itu disanggupi pelaku dengan syarat korban harus melakukan video call sex (VCS) dengan pelaku.

Baca juga : Kabar VCS Oknum Dewan Merangin: Hoax atau Bukan?

Permintaan itu kemudian dituruti korban. Selanjutnya perempuan berinisial HR itu melakukan VCS di kamar mandi.

“Tanpa sepengetahuan korban, ternyata VCS tersebut direkam menggunakan aplikasi perekaman oleh tersangka,” ucap Kapolsek.

Setelah itu pelaku yang kekinian sudah ditetapkan sebagai tersangka itu mengirimkan rekaman tersebut melalui aplikasi Whatsapp kepada korban. Kepada korban, tersangka mengancam akan menyebarkan video tersebut ke media sosial apabila korban tidak mengirimkan uang kepada pelaku.

“Korban akhirnya melapor ke kami. Tak butuh waktu lama, pada Sabtu, tersangka berhasil kami tangkap di rumahnya di wilayah Magelang (Jawa Tengah),” ujar Hariyanto.

Kepada polisi tersangka mengaku telah melakukan hal yang sama kepada salah seorang korban di wilayah Klaten, Jawa Tengah. Namun, ketika itu korban pun belum sempat memberikan uang kepada pelaku.

Pos terkait