Profil Nadiem Makarim, Akan Diangkat Menteri dan Lepas Gojek

  • Whatsapp
ceo-gojek-nadiem-makarim
CEO Gojek, Nadiem Makarim (kiri) dan Menteri Kordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan berfoto bersama di Jakarta, Kamis (11/4/2019). [Suara.com/Tivan Rahmat]

JAMBISERU.COM – Nadiem Makarim memastikan menerima tawaran menjadi menteri dari Presiden Jokowi. Bahkan Nadiem Makarim menyatakan sudah mundur sebagai CEO Gojek.

BACA JUGA: Lempar Kondom, Pasangan Muda Terciduk Mesum di WC Masjid

Nadiem Makarim bersedia menjadi salah satu menteri Kabinet Indonesia Kerja Jilid 2. Hanya saja Nadiem Makarim masih merahasiakan posisinya di kabinet Jokowi nanti.

Namun yang pasti dia mengaku sudah sepenuhnya mundur dari Gojek. Dia akan fokus menjadi menteri.

Baca Juga : Gojek dan Tokopedia Kena Gugat Rp 2,8 Triliun

“Saya sudah mundur dan tidak punya kekuasaan apapun di Gojek,” kata Nadiem Makarim di Istana Kepresidenan Jakarta, dilansir Suara.com–media partner Jambiseru.com Senin (21/10/2019).

Berikut profil singkat Nadiem Makarim

Nadiem Anwar Makarim lahir di Singapura 4 Juli 1984 adalah seorang pengusaha Indonesia. Dia merupakan pendiri serta CEO Go-Jek, sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring. Nadiem Anwar Makarim adalah putra dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri.

Ayahnya adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka yang berketurunan Minang-Arab. Sedangkan ibunya merupakan penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia.

Nadiem menjalani proses pendidikan dasar hingga SLTA berpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Sehabis menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Singapura, pada tahun 2002 ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Brown University, Amerika Serikat.

Setelah memperoleh gelar sarjana pada tahun 2006, tiga tahun kemudian ia mengambil pasca-sarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.

Pada tahun 2006, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia. Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai Managing Editor.

Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Go-Jek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.

BACA JUGA: Erick Thohir Dikabarkan Jadi Menteri BUMN, Saham ABBA Melesat Naik

Saat ini GoJek merupakan perusahaan rintisan terbesar di Indonesia. Pada bulan Agustus 2016, perusahaan ini memperoleh pendanaan sebesar 550 juta dolar AS atau sekitar Rp 7,2 triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, Warburg Pincus, dan Formation Group. (put)

Pos terkait