Apakah Cookie pada Website Itu Aman? Memahami Risiko dan Cara Melindungi Diri

Saat menjelajahi internet, Anda mungkin sering menemukan istilah "cookie". Meskipun namanya terdengar manis, cookie pada website bukanlah camilan digital.
Saat menjelajahi internet, Anda mungkin sering menemukan istilah "cookie". Meskipun namanya terdengar manis, cookie pada website bukanlah camilan digital.Foto: Antaranews

Jambiseru.com – Saat menjelajahi internet, Anda mungkin sering menemukan istilah “cookie”. Meskipun namanya terdengar manis, cookie pada website bukanlah camilan digital. Mereka adalah file kecil yang disimpan di perangkat Anda oleh situs web yang Anda kunjungi. Fungsinya beragam, mulai dari mengingat preferensi login hingga melacak aktivitas online Anda. Namun, pertanyaan pentingnya adalah: apakah cookie pada website itu aman?

Jawaban singkatnya: tergantung. Cookie sendiri pada dasarnya tidak berbahaya. Namun, seperti halnya teknologi lainnya, cookie dapat disalahgunakan dan menimbulkan risiko privasi. Penting untuk memahami jenis-jenis cookie dan potensi risikonya agar Anda dapat menjelajah internet dengan aman.

Jenis-jenis Cookie:

* Cookie Pihak Pertama (First-Party Cookies): Dibuat langsung oleh situs web yang Anda kunjungi. Cookie ini umumnya digunakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, seperti mengingat preferensi bahasa atau item di keranjang belanja. Risiko keamanan dari cookie jenis ini relatif rendah.

* Cookie Pihak Ketiga (Third-Party Cookies): Dibuat oleh pihak ketiga, seperti pengiklan, dan ditempatkan di situs web yang Anda kunjungi. Cookie ini sering digunakan untuk melacak aktivitas online Anda di berbagai situs web dan menampilkan iklan yang ditargetkan. Inilah jenis cookie yang sering menimbulkan kekhawatiran privasi.

* Cookie Sesi (Session Cookies): Bersifat sementara dan hanya ada selama Anda mengunjungi situs web tersebut. Cookie ini akan dihapus saat Anda menutup browser. Fungsinya untuk menjaga agar sesi browsing Anda tetap aktif, misalnya mengingat item di keranjang belanja.

* Cookie Tetap (Persistent Cookies): Disimpan di perangkat Anda untuk jangka waktu tertentu, bahkan setelah Anda menutup browser. Cookie ini digunakan untuk mengingat preferensi Anda agar Anda tidak perlu memasukkannya kembali setiap kali mengunjungi situs web tersebut.

Risiko Keamanan Cookie:

* Pelacakan Aktivitas Online: Cookie pihak ketiga dapat melacak riwayat penjelajahan Anda di berbagai situs web, mengumpulkan informasi tentang minat dan kebiasaan Anda. Informasi ini dapat digunakan untuk menampilkan iklan yang ditargetkan, tetapi juga dapat menimbulkan kekhawatiran privasi.

* Pencurian Data: Meskipun jarang terjadi, cookie dapat disusupi oleh peretas untuk mencuri informasi sensitif, seperti kredensial login atau informasi kartu kredit. Hal ini lebih mungkin terjadi pada situs web yang tidak aman.

* Malware: Dalam beberapa kasus, cookie dapat digunakan untuk menyebarkan malware ke perangkat Anda.

Cara Melindungi Diri:

* Hapus Cookie Secara Berkala: Menghapus cookie secara teratur dapat membantu mengurangi risiko pelacakan dan pencurian data.

* Blokir Cookie Pihak Ketiga: Sebagian besar browser memungkinkan Anda untuk memblokir cookie pihak ketiga. Ini dapat membantu melindungi privasi Anda, tetapi juga dapat memengaruhi fungsionalitas beberapa situs web.

* Gunakan Mode Penyamaran (Incognito Mode): Mode penyamaran mencegah browser menyimpan cookie dan riwayat penjelajahan.

* Periksa Kebijakan Privasi Situs Web: Baca kebijakan privasi situs web untuk memahami bagaimana mereka menggunakan cookie dan informasi pribadi Anda.

* Gunakan Ekstensi Browser: Beberapa ekstensi browser dapat membantu memblokir cookie dan melindungi privasi Anda.

Cookie pada website tidak selalu berbahaya, tetapi penting untuk memahami potensi risikonya. Dengan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat menikmati manfaat cookie sambil tetap melindungi privasi Anda. Selalu berhati-hati dan bijak dalam menjelajahi internet. (doo)

Pos terkait