TEKNOLOGI, Jambiseru.com – Selama dua dekade terakhir, hidup kita terpaku pada layar kaca persegi di genggaman tangan. Namun, tahun 2026 menandai awal dari era “Ambient Computing”, di mana teknologi melebur ke dalam lingkungan sekitar dan pakaian kita, membuat ketergantungan pada layar ponsel mulai berkurang.
Fokus inovasi tahun ini bukan lagi tentang membuat layar yang lebih lebar atau lebih tajam, melainkan tentang bagaimana cara kita mengakses informasi tanpa harus menundukkan kepala.
Kebangkitan Perangkat Tanpa Layar (Screenless Devices)
Perangkat seperti AI Pin dan cincin pintar (smart rings) generasi terbaru kini telah mencapai tingkat akurasi yang luar biasa. Dengan memanfaatkan proyeksi laser ke telapak tangan atau umpan balik melalui suara (audio haptic), pengguna dapat membalas pesan, memeriksa navigasi, hingga melakukan pembayaran hanya dengan perintah suara atau gerakan jari di udara.
Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi “gangguan visual” yang sering disebabkan oleh notifikasi media sosial, sehingga manusia bisa kembali lebih hadir dalam momen nyata.
Kacamata Pintar: Asisten Visual di Depan Mata
Kacamata pintar (Smart Glasses) tahun ini telah melewati fase prototipe yang kaku. Dengan desain yang kini hampir tidak bisa dibedakan dari kacamata modis biasa, perangkat ini mampu menampilkan Augmented Reality (AR) yang halus.
Bayangkan sedang berjalan di luar negeri dan melihat menu restoran yang otomatis diterjemahkan tepat di depan mata Anda, atau melihat petunjuk arah jalan yang terpampang di trotoar melalui lensa kacamata. Semuanya terjadi secara real-time tanpa perlu mengeluarkan ponsel dari saku.
Baterai Solid-State: Daya Tahan Lebih Lama, Ukuran Lebih Kecil
Rahasia di balik mungilnya perangkat teknologi tahun ini adalah adopsi massal baterai solid-state. Baterai jenis ini memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi dan lebih aman daripada litium-ion tradisional. Inilah yang memungkinkan cincin sekecil perhiasan atau kacamata ringan bisa bertahan hingga tiga hari pemakaian tanpa perlu diisi daya.
Etika dan Privasi di Era Sensorik
Tentu saja, kehadiran kamera dan mikrofon yang “tersembunyi” dalam perangkat sehari-hari memicu perdebatan baru mengenai privasi. Industri teknologi tahun ini merespons dengan fitur keamanan berbasis enkripsi lokal, di mana data sensorik tidak pernah keluar dari perangkat dan indikator fisik (seperti lampu LED kecil) wajib menyala saat perangkat sedang merekam.
Kembali ke Interaksi Alami
Teknologi hari ini sedang berusaha “menghilang”. Tujuannya bukan untuk membuat kita semakin terobsesi dengan mesin, melainkan untuk memberikan bantuan sealami mungkin. Kita sedang menuju masa depan di mana teknologi terasa seperti indra keenam—selalu ada untuk membantu, namun tidak lagi menghalangi pandangan kita terhadap dunia. (doo)












