Beralih ke Mobil Listrik di Tahun 2026: Mengapa Sekarang Adalah Waktu Terbaik untuk Lepas dari BBM?

Beralih ke Mobil Listrik di Tahun 2026: Mengapa Sekarang Adalah Waktu Terbaik untuk Lepas dari BBM?
Beralih ke Mobil Listrik di Tahun 2026: Mengapa Sekarang Adalah Waktu Terbaik untuk Lepas dari BBM?.Foto: AI/Jambiseru.com

Jambiseru.com – Memasuki tahun 2026, mobil bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan *”Smartphone Beroda”. Dengan infrastruktur pengisian daya (*SPKLU) yang sudah menjamur hingga ke kota-kota kecil di Indonesia, keraguan untuk memiliki mobil listrik (EV) mulai hilang.

Berikut adalah revolusi teknologi mobil yang mendominasi pasar tahun ini:

1. Teknologi Baterai “Solid-State”: Jarak Tempuh Tanpa Batas

Salah satu terobosan besar di tahun 2026 adalah mulai digunakannya baterai solid-state pada model mobil kelas menengah ke atas.

* Keunggulan: Pengisian daya (0% ke 80%) hanya butuh waktu 10-15 menit—hampir sama dengan waktu isi bensin. Selain itu, jarak tempuh sekali cas kini bisa mencapai **800–1.000 KM.

2. Software-Defined Vehicles (SDV)

Mobil Anda sekarang menerima pembaruan (update) secara berkala lewat internet (OTA), mirip seperti HP.

* Fitur Baru: Lewat pembaruan software, mobil Anda bisa mendapatkan peningkatan efisiensi baterai, mode mengemudi baru, hingga perbaikan sistem keamanan tanpa harus datang ke bengkel.

3. Asisten Mengemudi Level 3

Fitur otonom kini lebih cerdas. Di tahun 2026, banyak mobil baru yang mampu mengemudi sendiri di jalan tol dengan pengawasan minimal.

* Keamanan: Sensor LiDAR dan AI di dalam mobil mampu mendeteksi potensi bahaya dari jarak 200 meter, bahkan dalam kondisi cuaca buruk atau malam hari.

4. Ekosistem V2L (Vehicle to Load)

Mobil listrik Anda di tahun 2026 berfungsi sebagai “power bank raksasa”. Dengan fitur V2L, mobil Anda bisa menyalakan peralatan listrik rumah saat mati lampu atau digunakan untuk camping (menyalakan kopi maker, proyektor, hingga AC portabel).

Membeli mobil di tahun 2026 adalah tentang memilih efisiensi dan teknologi masa depan. Dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dan fitur keselamatan berbasis AI, transisi dari mobil bensin ke mobil listrik bukan lagi sekadar opsi lingkungan, melainkan keputusan finansial yang logis. (doo)

Pos terkait