Jambiseru.com – Memasuki tahun 2026, jalanan Indonesia semakin ramai dengan motor listrik (EV). Banyak orang mulai beralih karena biaya operasional yang jauh lebih murah. Namun, cara merawat motor listrik tentu berbeda dengan motor bensin yang selama ini kita kenal.
Baik Anda masih setia dengan motor bensin atau sudah beralih ke listrik, menjaga performa mesin adalah kunci agar nilai jual motor tetap tinggi. Berikut adalah hal-hal penting yang perlu Anda perhatikan:
1. Jantung Kendaraan: Baterai vs Mesin
* Motor Listrik: Baterai adalah komponen termahal. Hindari membiarkan baterai benar-benar kosong (0%). Usahakan cas saat posisi di 20% dan cabut di 80-90% untuk memperpanjang usia baterai (battery health).
* Motor Bensin: Oli adalah nyawa. Jangan pernah telat mengganti oli mesin dan oli gardan (untuk matic) agar komponen di dalam mesin tidak aus karena gesekan.
2. Kebersihan Adalah Keamanan
Mencuci motor listrik tidak bisa sembarangan. Meskipun sudah dirancang tahan air, hindari menyemprot air bertekanan tinggi langsung ke area soket kabel dan kontroler.
* Tips: Gunakan kain lembap untuk membersihkan area sensitif dan pastikan motor dalam keadaan mati total saat dicuci.
3. Perhatikan “Sepatu” Motor Anda
Motor listrik biasanya memiliki torsi (tarikan awal) yang sangat instan dan bobot yang lebih berat karena baterai. Ini membuat ban lebih cepat habis dibanding motor bensin.
* Tips: Rutin cek tekanan angin. Ban yang kempis akan membuat motor listrik bekerja lebih keras dan boros baterai.
Berikut adalah perbandingan komponen perawatan antara Motor Bensin (Internal Combustion Engine) dan Motor Listrik (EV) yang telah disusun menjadi kalimat-kalimat yang informatif:
Perbandingan Perawatan: Motor Bensin vs. Motor Listrik
1. Pelumasan (Oli Mesin)
* Motor Bensin: Memerlukan penggantian oli mesin secara berkala, biasanya setiap 2.000 hingga 3.000 KM, untuk menjaga suhu dan melumasi komponen mesin yang bergesekan.
* Motor Listrik: Tidak memerlukan penggantian oli mesin karena tidak ada proses pembakaran internal dan komponen bergerak yang memerlukan pelumasan serupa.
2. Busi dan Filter Udara
* Motor Bensin: Pemilik harus melakukan pengecekan dan penggantian busi serta filter udara secara rutin agar proses pembakaran tetap sempurna.
* Motor Listrik: Komponen ini tidak diperlukan, sehingga biaya perawatan untuk sektor pengapian dan asupan udara dapat ditiadakan.
3. Sistem Pengereman
* Motor Bensin: Kampas rem harus diganti secara rutin tergantung pada penggunaan, karena pengereman sepenuhnya mengandalkan gesekan fisik pada cakram atau tromol.
* Motor Listrik: Penggantian kampas rem tetap diperlukan, namun frekuensinya *jauh lebih jarang. Hal ini dikarenakan adanya teknologi *regenerative braking yang menggunakan motor untuk melambatkan kendaraan sekaligus mengisi daya baterai.
4. Sistem Pendingin
* Motor Bensin: Sistem pendinginan biasanya menggunakan air radiator (untuk model tertentu) yang harus dikontrol volumenya agar mesin tidak mengalami overheat.
* Motor Listrik: Menggunakan sistem pendingin baterai pada beberapa model tertentu untuk menjaga suhu optimal sel baterai selama pengisian daya maupun saat digunakan berkendara.
4. Update Software (Khusus Motor Listrik)
Di tahun 2026, motor listrik sudah seperti gadget. Produsen sering memberikan pembaruan sistem (firmware) untuk meningkatkan efisiensi baterai atau menambah fitur baru.
* Tips: Pastikan Anda rajin mengecek pembaruan melalui aplikasi resmi di smartphone yang terhubung ke motor Anda.
Merawat motor listrik sebenarnya jauh lebih sederhana dan murah karena komponen bergeraknya lebih sedikit. Namun, ketelitian dalam menjaga suhu dan pola pengisian daya baterai adalah hal baru yang wajib dipelajari. Dengan perawatan yang tepat, motor Anda akan selalu siap diajak menembus kemacetan dengan efisien. (doo)












