Dampak Corona, Harga Gula Tembus Rp 17 Ribu per Kg

  • Whatsapp
sudirman
Ketua Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi, H Sudirman. Foto : Yogi/Jambiseru.com

Dampak Corona, Harga Gula Tembus Rp 17 Ribu per Kg

Jambi – Mewabahnya virus Corona ternyata juga berdampak pada naiknya harga gula. Di Provinsi Jambi, dalam dua pekan ini harga gula terus merangkak naik. Minggu ini, harga gula sudah menembus harga Rp 17 ribu per Kilogramnya.

Bacaan Lainnya

Baca JugaPolres-Pemkab dan RSUD Ahmad Ripin Sengeti Imbau Warga Cegah Virus Corona

Kenaikan yang terjadi tersebut cukup signifikan. Karena sebelumnya, harga gula hanya berkisar Rp 12.500 per kilogramnya.

Ketua Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi, H. Sudirman, mengatakan, kebutuhan bahan pangan pokok Provinsi Jambi dalam 3 sampai 4 bulan kedepan masih aman, kecuali gula pasir. Harga gula pasir juga mengalami kenaikan di pasaran, yang semula Rp. 12.500 kini mencapai harga di atas HET.

“Posisi di pasaran gula pasir Rp 16-17 ribu, pihak bulog sudah menyampaikan kepada kita, stok gula pasir akan datang di awal atau pertengahan bulan april,” kata Sudirman, yang juga PJ Sekda Provinsi Jambi, Selasa (24/3/2020)

Kata Sudirman, di Jambi memang ada distributor yang menyalurkan gula pasir, dan harganya di jual di pasaran dengan harga Rp. 15 ribu.

“Oleh karena itu, di posisi sangat wajar di harga Rp 16-17 ribu di pasaran baik Kabupaten maupun Kota,” tambahnya

Sudirman melanjutkan, Tim Satgas pangan dibentuk untuk bertugas terus memonitor, jangan sampai terjadi lonjakan harga melampui 17 ribu.

“Kita sudah bersepakat dari pihak Polda maupun Bulogkomponen tim Satgas kita harus terus memonitor ke distributor agar harga terus stabil di posisi 15 ribu ke pasaran dan di pasaran di harga 16-17 ribu,” tutupnya.

Sementara, Kepala Bulog, H. Baktiar, mengungkapkan, kurangnya stock gula pasir, karena memang ada proses giling yang mundur.

“Seharusnya bulan April, ternyata mundur sampai bulan juni, kedua perizinan importasi yang tadinya direkomendasikan bulan desember ternyata baru keluar di awal maret, itu faktornya,” ungkapnya.

Kata Bahtiar, mundurnya proses penggilingamln gula ini murni karena kebijakan Pemerintah. Pihaknya sebagai operator di lapangan tentunya mengikuti kebijakan itu.

Pihaknya juga sudah mengantisipasi situasi ini, bahwa importasi gula yang diberikan kepada Bulog dipastikan tiba di Pelabuhan Indonesia pasa akhir bulan maret ini.

Baca JugaIni Lima Rumah Sakit Rujukan di Jambi Untuk Penanganan Virus Corona

“Kemudian akan kita olah, karena itu masih bentuk raw sugar. Dan akan masuk di Pabrk kita nanti di bulan April, minggu kedua. Nanti itu sudah terdiskusi dan harganya dijamin di bawah HET, maximal HET 12.500,” tandasnya. (yog)

Pos terkait