Tak Semua Bagus, Ini Tips Memilih Minyak Sayur yang Sehat

  • Whatsapp
minyak-goreng-curah
Ilustrasi minyak goreng curah. Foto: Istimewa

Tak Semua Bagus, Ini Tips Memilih Minyak Sayur yang Sehat

Jambiseru.com – Kebanyakan ibu rumah tangga masih tidak dapat membedakan istilah minyak sayur dan minyak goreng. Mereka beranggapan bahwa nama minyak sayur itu sama dengan minyak goreng. Walaupun sebenarnya berbeda.

Minyak goreng adalah berbagai jenis minyak yang digunakan untuk memasak atau mematangkan makanan, seperti menggoreng, menumis, atau membakar. Bahan minyak goreng tidak melulu minyak sayur yang berbahan dasar dari tumbuhan.

Baca Juga : Ini Alasan Mengapa Penggunaan Gurita Bayi Dilarang

MInyak ini juga memiliki varian bahan dasar lainnnya, seperti bahan-bahan hewani atau sintetis. Jadi, sebutan minyak goreng lebih merujuk pada fungsi atau bagaimana minyak tersebut digunakan.

Sementara itu, minyak sayur adalah jenis minyak yang berbahan dasar tumbuhan. Sebagian besar minyak sayur terbuat dari campuran beberapa tipe minyak. Minyak sayur merupakan salah satu jenis minyak goreng yang umumnya kita gunakan sehari-hari.

Apakah minyak sayur sehat?

Banyak asumsi yang mengganggap minyak sayur lebih sehat dibandingkan jenis minyak lainnya. Salah satu alasannya karena kandungan lemak tak jenuh ganda yang terdapat di dalam minyak ini.
Namun, tingkat kesehatan minyak sayur tidak bisa disamaratakan. Beberapa jenis minyak sayur mungkin bisa dianggap lebih sehat dari yang lainnya. Meski demikian, sebagian besar minyak sayur, terutama yang nonorganik, diproses dengan tambahan pelarut kimia.

Sehat atau tidaknya minyak sahur tergantung dari beberapa faktor. Seperti misalnya jenis tanaman yang digunakan sebagai bahannya. Jenis asam lemak yang terdapat di dalam minyak. Bagaimana minyak tersebut diproses.

Lalu bagaimana cara memilih minyak sayur yang sehat? berikut beberapa tips yang bisa digunakan.

1. Pemrosesan minyak

Minyak yang dimurnikan (direfinasi) dianggap kurang sehat karena melalui tahap pemurnian dengan menggunakan pelarut bahan kimia. Kebanyakan minyak sayur yang dijual bebas umumnya melewati tahap pemurnian ini.

2. Kandungan lemak tak jenuh

Sejumlah minyak sayur organik, contohnya minyak alpukat dan minyak zaitun, memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang lebih menyehatkan ketimbang kebanyakan minyak sayur dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi.

Lemak tak jenuh tunggal dan ganda berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, kedua jenis lemak baik ini juga memiliki peran dalam membantu mengontrol kadar gula darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

3. Kadar asam lemak omega-6

Kandungan omega-6 dan omega-3 memang bermanfaat bagi kesehatan. Idealnya, asam lemak omega-6 dan omega-3 memiliki rasio 1:1 di dalam tubuh.

Para ilmuwan berpendapat jika kandungan omega-6 di dalam tubuh lebih banyak dibandingkan omega-3, maka dapat menyebabkan peradangan kronis. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, seperti jantung, obesitas, rematik, hingga radang usus besar.

Beberapa jenis minyak sayur yang tinggi omega-6 diantaranya seperti Minyak kedelai, Minyak jagung, Minyak bunga matahari, Minyak kacang dan Minyak wijen.

4. Perhatikan komposisi asam lemak

Lemak tak jenuh ganda memang bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskuler. Namun, minyak sayur dengan lemak tak jenuh ganda tergolong mudah mengalami oksidasi, termasuk di dalam tubuh.

Kadar asam lemak tak jenuh ganda yang terlalu banyak di dalam tubuh akan meningkatkan risiko oksidasi dan menghasilkan senyawa yang dapat membahayakan.

Sebaiknya, perhatikan label minyak sayur dengan kandungan variatif antara asam lemak tak jenuh ganda, lemak jenuh, serta lemak tak jenuh tunggal.

5. Perhatikan komposisi lemak trans

Lemak trans pada minyak sayur adalah lemak tak jenuh yang dianggap paling membahayakan kesehatan tubuh. Lemak ini biasanya dihasilkan dari minyak sayur yang melalui proses hidrogenasi. Dapat ditemukan pada produk minyak goreng, margarin, produk susu, serta makanan yang menggunakan bahan-bahan tersebut.

Minyak sayur yang mengandung lemak trans dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik sehingga risiko penyakit jantung pun naik.

Baca Juga : Madu dengan Sejuta Khasiat

Salah satu alternatif minyak sayur yang menyehatkan adalah minyak zaitun. Selain tinggi lemak tak jenuh, tunggal minyak zaitun memiliki kandungan omega-6 yang relatif rendah. Minyak zaitun paling baik digunakan pada suhu memasak dengan api rendah atau sedang.

Selain minyak zaitun, minyak kelapa, minyak rami, dan minyak alpukat bisa menjadi alternatif minyak sayur yang sehat. Pilih minyak sayur yang diproses secara alami dan tidak melalui proses hidrogenasi. (tra)

Sumber : Sehatq.com

Pos terkait