Kuku dalam Kesehatan dan Penyakit

Kuku dalam Kesehatan
Ilustrasi Kuku dalam Kesehatan. Foto : Istimewa

Jambi Seru – Kuku terdapat di setiap ujung jari. Mari mengenal kesehatan kuku dan penyakit yang sering menyerang kuku Anda.

Fungsi utama kuku adalah perlindungan dan juga membantu pegangan yang kuat untuk memegang barang. Terdiri dari lempeng kuku keratin yang kuat dan relatif fleksibel yang berasal dari matriks kuku.

Di bawah lempeng kuku terdapat jaringan lunak yang disebut dasar kuku.Antara kulit dan lempeng kuku terdapat lipatan kuku atau kutikula.Kuku sehat yang normal berwarna agak merah muda dan permukaannya cembung dari sisi ke sisi.Kuku jari tumbuh 1 cm dalam tiga bulan dan kuku kaki membutuhkan waktu 24 bulan untuk hal yang sama.

Pentingnya kuku dalam diagnosis penyakit:

Warna, penampilan, bentuk dan sifat kuku memberikan beberapa informasi tentang kesehatan umum dan kebersihan seseorang. Kuku diperiksa secara rutin oleh semua dokter untuk mendapatkan petunjuk tentang penyakit yang mendasarinya. Hanya dengan melihat kuku kita bisa mengetahui kebersihan seseorang. Kuku yang tidak normal mungkin bawaan atau karena beberapa penyakit. Penyebab perubahan kuku memanjang dari alasan sederhana hingga penyakit yang mengancam jiwa. Oleh karena itu pemeriksaan oleh dokter sangat penting untuk diagnosis. Beberapa temuan abnormal dengan kemungkinan penyebab dibahas di sini untuk kesadaran umum.

1) Kebersihan:-

Kita dapat melihat kuku yang tidak higienis dengan sangat mudah. ​​Penumpukan kotoran di bawah ujung distal lempeng kuku dapat membuat peluang untuk menelan patogen saat makan. Jika pemotongan kuku tidak dilakukan dengan benar dapat mengakibatkan masalah cacing pada anak-anak. merangkak di lubang anus anak-anak akan menggaruk yang menyimpan telur cacing di bawah kuku dan akan diambil saat makan.Kuku yang menonjol juga dapat mempersulit penyakit kulit dengan kebiasaan menggaruk.Kuku tajam pada anak kecil menyebabkan luka kecil ketika mereka menendang kaki atau lambaian tangan.

2) Warna kuku:-

a) Kuku menjadi pucat pada anemia.

b) Perubahan warna putih buram (leukonikia) terlihat pada gagal ginjal kronis dan sindrom nefrotik.

c) Pemutihan juga terlihat pada hipoalbuminemia seperti pada sirosis dan gangguan ginjal.

d) Obat-obatan seperti golongan sulfa, anti malaria dan antibiotik dll dapat menyebabkan perubahan warna pada kuku.

e) Infeksi jamur menyebabkan perubahan warna menjadi hitam.

f) Pada infeksi pseudomonas kuku menjadi hitam atau hijau.

g) Infark dasar kuku terjadi pada vaskulitis terutama pada SLE dan poliarteritis.

h) Terlihat titik-titik merah pada kuku akibat perdarahan splinter pada endokarditis bakterial subakut, artritis reumatoid, trauma, penyakit pembuluh darah kolagen.

i) Cedera tumpul menyebabkan perdarahan dan menyebabkan perubahan warna menjadi biru/hitam.

j) Kuku menjadi coklat pada penyakit ginjal dan penurunan aktivitas adrenal.

k) Pada penyakit wilson muncul warna biru setengah lingkaran pada kuku.

l) Ketika suplai darah berkurang kuku menjadi kuning. Pada penyakit kuning dan psoriasis juga kuku menjadi kekuningan.

m) Pada sindrom kuku kuning semua kuku menjadi kekuningan dengan efusi pleura.

3) Bentuk kuku: –

Pos terkait